Namun sekembalinya ke tanah air, belum terlintas di pikiran Albert untuk menjadi chef dan membuka restoran, apalagi memiliki jaringan restoran. Ia malah mendaftar di Contessa Premium Foods dan
sempat menjadi bagian dari tim riset dan pengembangan di Contessa Premium Foods, California, dan pengembang bisnis di Futami Food & Beverages.
Tapi Albert tak bertahan lama di sana. Ia merasa, menjadi orang kantoran dan bekerja di belakang meja atau laboratorium bukanlah habitatnya.
“Rasanya itu bukan tempat seharusnya saya berada. Saya ingin di dapur, saya ingin memasak, saya mau buka restoran!” suaranya masih terdengar kencang saat mengisahkan momen-momen yang 'memenjarakan' hidupnya itu.
Ketidakpuasan ini mendorong Albert memutuskan untuk membuka restoran waralaba pertamanya di Indonesia, Hokkaido Ramen Santouka. Saat menjalankan usaha pertamanya inilah, Albert seolah menemukan sesuatu yang selama ini mengusik pikirannya.
Usaha ini sukses berjalan, tapi Albert tetap tak puas. Ia butuh tantangan baru, yakni memiliki restoran sendiri dengan konsep dan makanan yang ia rumuskan dan kembangkan sendiri.
Setelah melalui riset panjang, dan berkali-kali gagal saat ujicoba maka hadirlah The Holy Crab.
Restoran yang menyajikan hidangan laut ini diadopsi dari kebiasaan makan warga Lousiana dan menjadi destinasi para pecinta kepiting premium di ibukota. Tak sampai tiga tahun The Holy Crab telah memiliki dua cabang baru.
Bagi Albert, menjalankan bisnis kuliner bukan melulu mencari uang. Mengurus bisnis kuliner menurutnya, harus penuh dengan sentuhan pribadi si pemilik demi menghadirkan pengalaman dan cita rasa personal bagi semua tamu yang datang. Maka jangan heran, jika Albert secara aktif terlibat secara pribadi mengurus restoran miliknya.
"Tak hanya masakan, tapi juga musik atau bahkan lampu tak luput dari perhatian saya," ujarnya sambil menambahkan ia juga selalu minta chef di dapurnya untuk mencicipi dan memastikan makanan yang disajikan lezat. Jika memang tak enak, ia tak segan meminta chefnya untuk tidak menghidangkan masakan itu.
Beruntung ia pernah belajar teknologi pangan dan sekolah masak, sehingga ia paham betul bagaimana membuat makanan terbaik. Ia paham bagaimana reaksi kimia di balik semua proses memasak, mengapa api harus selalu besar, mengapa minyak untuk menggoreng harus banyak, bagaimana cara buat daging lebih cokelat, dan bagaimana sebagian makanan cepat berubah warna saat dimasak.
Bagi Albert yang antara lain mengidolakan chef Ferrara Nadia yang merupakan ahli gastronomi, restoran juga bukan sekadar bisnis atau tempat nongkrong bersama teman-temannya. Melainkan, sebuah komitmen hidup jangka panjang yang akan terus ia jaga dan kembangkan.
Kelezatan makanan menjadi prioritasnya. Haram baginya, jika ada pengunjung yang meninggalkan restorannya dengan perasaan kecewa atau bahkan gerutuan karena makanan yang disajikan tidak enak. Meski diakuinya, keinginan untuk memuaskan pengunjung ini kadang tak mengenakkan. Tapi ia tak keberatan dengan itu semua, karena ia merasa ini adalah konsekuensi dari jalan hidup yang dipilihnya.
"Ini jalan hidup yang saya pilih, jadi lebih baik saya memastikan semuanya baik-baik saja, daripada di luar dikritik habis-habisan," ujarnya dengan mata menerawang.
Albert sadar jalan yang dipilihnya tidaklah mudah. Banyak orang, ujarnya, tak tahu beratnya perjuangan membuka restoran dan menjalankannya lantas dengan seenaknya mengkritik dan bicara jelek tentang restoran yang dikunjunginya.
“Ternyata dikritik itu tidak enak. Pengalaman ini membuat saya lebih menghargai makanan yang saya cicipi," ujarnya sambil terbahak.
Namun memiliki restoran, juga bukan menjadi tempat pemberhentian terakhir yang diingini Albert. Ia menyimpan mimpi untuk bisa membuka food estate. Laki-laki yang hobi basket dan menyelam ini bisa memiliki lahan yang cukup luas dan membangun pertanian dan restoran di atasnya. Ia ingin petani dan mereka yang berada di bagian hulu penghasil pangan lebih dihargai. Karena baginya, hidup itu dikatakan sukses jika bisa memberikan manfaat bagi orang lain.
Berita Terkait
-
Chef Devina Bagikan Tips Mempercantik Dapur agar Masak Lebih Menyenangkan
-
Inspirasi Resep Takjil dari Chef Martin Praja: Es Teler Milky Pudding Bisa Buat Ide Jualan
-
Atta Halilintar Masuk Bisnis Kuliner, Luncurkan Restoran Nusantara Modern Lamak Rasa
-
Generasi Muda Mendominasi Bisnis Kuliner, Tapi 80 Persen Gagal: Ini Rahasia Bertahan Menurut Ahli
-
Seru Banget! Anak Belajar Jadi Chef Profesional dan Rumput Laut di Wahana Baru Nutrijell KidZania
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Chef Devina Bagikan Tips Mempercantik Dapur agar Masak Lebih Menyenangkan
-
Tren Desain Masa Kini, Mengangkat Budaya Lokal ke Panggung Global
-
The Sultan Hotel & Residence Jakarta Gelar Exclusive Iftar Gathering "Ramadan Cita Rasa Sultan"
-
Jadwal Imsak dan Subuh Wilayah Yogyakarta Sabtu 21 Februari 2026
-
Bolehkah Puasa Tapi Tidak Tarawih? Simak Penjelasan Fiqih untuk Pekerja Sibuk
-
Doa Makan Sahur: Bacaan Lengkap, Niat Puasa, dan Keutamaannya
-
Kapan Batas Akhir Salat Tarawih di Bulan Ramadan 2026?
-
Kapan Batas Waktu Lapor SPT Tahunan? Segini Dendanya Jika Telat
-
Jam Berapa Buka Puasa Jabodetabek Hari Ini? Ini Waktu Adzan Maghrib Resmi
-
Cara Membuat Sambal Kacang Gorengan yang Gurih dan Kental, Cocok untuk Buka Puasa