Suara.com - Desainer Indonesia, Dian Pelangi, mengatakan bahwa tenun khas Nusa Tenggara Barat kini diminati masyarakat Amerika Serikat karena dianggap cocok dengan iklim di negara tesebut.
"Di Amerika Serikat tenun khas NTB itu cocok, karena ketebalan dan warnanya yang indah, terlebih di saat musim dingin begitu diminati," katanya di Mataram, NTB, Rabu (26/8/2015).
Menurut dia, selain tebal dan memiliki corak yang khas, keunggulan tenun NTB dibanding yang lain, karena kualitasnya yang bagus dan memiliki karakter tersendiri. Bahkan, saat pertama kali muncul di Couture Fashion Week, New York, AS, tenun NTB menjadi pusat perhatian dari para desainer dan masyarakat yang hadir.
"Jadi ternyata bahannya itu sangat cocok untuk Amerika," ujarnya.
Selain itu, dia menuturkan, kain tenun NTB khususnya Lombok - Sumbawa cukup dikenal di Jakarta. Bahkan, salah satu tenun khas Bima cukup dikenal masyarakat ibu kota karena memiliki warna yang menarik.
Meski begitu, dia tidak memungkiri jika kain tenun NTB masih memiliki kelemahan, salah satunya pada benang yang digunakan, karena masih menggunakan benang jahit biasa.
"Seandainya benangnya dipakai yang lebih bagus, seperti sutera atau emas, justru akan lebih bagus dan menarik. Meski benang katun bisa dipakai, tetapi itu khususya untuk interior bukan untuk fashion," jelas Dian.
Lebih lanjut, dia mengutarakan sangat setuju dengan ide Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB yang menginginkan tenun bisa disejajarkan dengan batik yang lebih dulu dikenal masyarakat secara luas. Bahkan, dia mendorong agar tenun khususnya bisa menjadi merek khas Indonesia selain batik.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Hj Erica Zainul Majdi mengatakan pihaknya berkeinginan tenun daerah itu dan batik Sasambo terkenal seperti halnya batik Jawa.
"Kami punya keinginan yang kuat untuk menjadikan tenun NTB dan batik Sasambo seperti batik Jawa, yang bisa diterima oleh seluruh masyarakat dan bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri," katanya.
Dia menjelaskan, Dekranasda NTB dan seluruh pemangku amanah di bidang kerajinan daerah itu juga memiliki keinginan yang sama bagaimana dapat menjadikan tenun NTB dan batik Sasambo seperti halnya batik Jawa. Sasambo sendiri merupakan singkatan dari nama tiga suku besar di NTB, yakni Sasak, Samawa, dan Mbojo (Sasambo).
Erica sendiri mengaku optimistis jika tenun NTB dan batik Sasambo akan sukses seperti batik Jawa, karena telah didukung oleh kemajuan teknologi, baik dari sisi informasi, bidang proses dan kesadaran masyarakat dalam memberi kontribusi untuk kedaulatan budaya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji
-
Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol