Suara.com - Jalur pendakian Gunung Slamet melalui Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, segera dibuka kembali, kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Purbalingga Prayitno.
"Kami telah menerima pemberitahuan lisan melalui kontak telepon dengan Pak Sudrajat selaku Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet yang berlokasi di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, yang menyatakan bahwa status Gunung Slamet sudah normal," katanya di Purbalingga, Selasa (8/9/2015) malam.
Dalam hal ini, kata dia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa status Gunung Slamet diturunkan dari Level II (Waspada) ke Level I (Normal) sejak tanggal 8 September 2015, pukul 17.00 WIB.
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pembukaan kembali jalur pendakian di Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, akan segera dilakukan setelah pihaknya menerima surat pemberitahuan resmi terkait penurunan status Gunung Slamet.
Dengan pembukaan jalur pendakian Gunung Slamet, lanjut dia, pihaknya akan menempatkan kembali satu orang petugas di Pos Bambangan.
Menurut dia, petugas sebelumnya yang sudah berstatus pegawai negeri sipil (PNS) memilih mengundurkan diri sebagai PNS dan menekuni usaha sendiri di Pekalongan sejak tanggal 1 April 2015.
"Oleh karena itu, pemantauan untuk sementara dilakukan oleh karyawan di Objek Wisata Gua Lawa. Jika sudah dibuka kembali, kami akan menempatkan satu orang untuk memberikan pelayanan kepada para pendaki yang hendak ke puncak Gunung Slamet," katanya.
Lebih lanjut, Prayitno mengakui bahwa animo pendaki yang ingin melakukan pendakian ke Gunung Slamet sangat tinggi.
Menurut dia, hal itu terlihat saat peringatan Hari Ulang Tahun Ke-70 Republik Indonesia, banyak pendaki yang berdatangan ke Pos Pendakian Bambangan.
Oleh karena Gunung Slamet masih berstatus "Waspada", kata dia, Dinbudparpora selaku pengelola Pos Pendakian Bambangan tidak mengizinkan mereka untuk mendaki.
"Kami tidak berani mengambil risiko untuk mengizinkan pendakian. Kami tetap mengacu pada imbauan PVMBG demi keselamatan para pendaki," katanya.
Ia mengatakan bahwa Pos Pendakian Bambangan ditutup sejak PVMBG menaikkan status Gunung Slamet dari "Normal" menjadi "Waspada" pada tanggal 10 Maret 2014.
Menurut dia, dampak penutupan itu secara ekonomi tidak saja hanya terhadap pendapatan asli daerah (PAD) tetapi juga aktivitas ekonomi warga yang mengandalkan berjualan dari para pendaki.
"Sejak jalur pendakian ditutup, warga tidak mendapatkan penghasilan apapun karena biasanya kedatangan para pendaki atau wisatawan akan membuat warung makan di sekitar Pos Pendakian Bambangan ramai. Begitu pula dengan penitipan kendaraan sepeda motor atau mobil. Dengan demikian, warga memilih untuk bertani ataupun bekerja serabutan," katanya.
Akibat penutupan jalur pendakian tersebut, kata dia, target PAD tahun 2014 sebesar Rp10 juta tidak tercapai karena sejak awal Januari 2014 hingga tanggal 10 Maret 2014 hanya memperoleh pendapatan sebesar Rp3.424.000 atau setara dengan 856 pendaki yang mendaki Gunung Slamet para periode itu.
"Sementara target sebesar Rp14 juta untuk tahun 2015, hingga saat ini juga belum satu rupiahpun ada pemasukan," katanya.
Gunung Slamet yang meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, kembali mengalami peningkatan aktivitas setelah lima tahun "tertidur" sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan status gunung tertinggi di Jateng itu menjadi "Waspada" pada tanggal 10 Maret 2014, pukul 21.00 WIB.
Oleh karena aktivitasnya cenderung meningkat, PVMBG pada tanggal 30 April 2014, pukul 10.00 WIB, menaikkan status Gunung Slamet menjadi "Siaga".
Setelah 12 hari berstatus "Siaga" dan aktivitasnya cenderung turun, PVMBG pada tanggal 12 Mei 2014, pukul 16.00 WIB, menurunkan status Gunung Slamet menjadi "Waspada".
Akan tetapi sejak tanggal 12 Agustus 2014, pukul 10.00 WIB, status Gunung Slamet kembali dinaikkan menjadi "Siaga" karena aktivitasnya cenderung meningkat dan sempat beberapa kali terjadi erupsi.
Setelah menunjukkan penurunan aktivitas cukup lama, PVMBG pada tanggal 5 Januari 2015, pukul 16.00 WIB, menurunkan status Gunung Slamet dari "Siaga" menjadi "Waspada" dan selanjutnya pada tanggal 8 September 2015, pukul 17.00 WIB, diturunkan kembali menjadi "Normal". (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Pascabanjir Bandang Gunung Slamet, Pantai Utara Tegal Dipenuhi Kayu
-
Ramai Foto Gundul di Lereng Gunung Slamet, Ini Penjelasan ESDM soal WKP Baturaden
-
Gakkum ESDM Buka Suara Soal Viral Aktivitas Tambang di Gunung Slamet
-
Kronologi Pendaki Gunung Slamet Meninggal Dunia di Jalur Bambangan
-
Suara Kidung dari Lereng Slamet: Merapal Doa, Merawat Keseimbangan Bumi
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi