Suara.com - Paus Fransiskus dalam kunjungannya ke Amerika Serikat di September kemarin rupanya menggelar pertemuan pribadi dengan Yayo Grassi, seorang sahabat lamanya dari Argentina. Grassi adalah seorang homoseksual dan dalam pertemuan itu dia membawa serta kekasihnya, Iwan Bagus, seorang fotografer dan mantan model majalah remaja asal Indonesia.
Grassi, yang adalah bekas murid Fransiskus ketika Paus masih bertugas sebagai guru di Argentina pada 1964-1965, juga membawa beberapa sahabatnya dalam pertemuan yang berlangsung di Kedutaan Besar Vatikan untuk AS di Washington DC, 23 September kemarin.
Iwan Bagus atau yang bernama lengkap Bagus Permadi Himawan sendiri adalah fotografer profesional dan pengajar bidang fotografi di Washington. Pernah malang melintang di dunia modeling pada era 1980an, pada tahun 1990an ia melanjutkan studi di AS dan pada 1994 menetap di Washington DC.
Pertemuan itu sendiri dipamerkan Iwan dalam akun Twitter (@IWANPHOTO) dan akun Instagram-nya (@iamiwanbagus) pada September kemarin.
Dalam sebuah video yang menunjukkan pertemuan antara Paus dengan Grassi, terlihat mereka saling menyambut dalam keakraban. Paus memeluk Grassi dan Iwan, serta memberikan ciuman di pipi.
Kepada CNN, Grassi yang kini berusia 67 tahun, mengatakan bahwa pertemuan dengan Paus Fransiskus diatur secara pribadi, di luar agenda resmi kenegaraan, beberapa pekan sebelum pemimpin Gereja Katolik itu tiba AS.
"Tiga pekan sebelum kunjungan kenegaraan, Paus menelepon saya dan mengatakan ingin bertemu untuk memberikan pelukan," kata Grassi.
Grassi mengatakan dalam pertemuan itu mereka membicarakan tentang bisnisnya, sebuah perusahaan jasa boga di Washington.
"Kami tak membahas soal masalah-masalah gay atau hal lain semacam itu. Ini hanya pertemuan antara dua sahabat yang lama tak berjumpa," ujar Grassi kepada BBC.
Vatikan sendiri mengakui pertemuan itu.
"Paus, sebagai seorang pastor, terus menjaga hubungan baik dengan semua orang dalam semangat kebaikan, keterbukaan, dan dialog," kata juru bicara Vatikan, Federico Lombardi.
Menunjukkan Siapa Fransiskus yang Sebenarnya
Pertemuan itu sendiri menarik bukan hanya karena Gereja Katolik sebagai lembaga terus menolak pernikahan antara pasangan sesama jenis kelamin, tetapi juga karena sebelumnya Vatikan mengakui jika Paus juga bertemu dengan Kim Davis, seorang pegawai negeri di AS yang secara terbuka menolak mengesahkan pernikahan satu pasangan gay di Kentucky.
AS sendiri adalah negara yang sudah secara legal mengakui pernikahan sesama jenis.
Davis, yang sempat dipenjara selama enam hari karena keputusannya itu, mengatakan bahwa ia menolak mengesahkan pernikahan sejenis karena bertentangan denga keyakinannya. Pertemuan dengan Fransiskus sendiri dinilai oleh banyak pihak sebagai bentuk dukungan Gereja Katolik terhadap Davis.
Tetapi akibatnya Paus Fransiskus justru dikecam oleh banyak pihak, terutama kelompok liberal dan pejuang kesetaraan hak komunitas homoseksual dan transgender di AS. Mereka menilai Fransiskus gagal memahami kasus tersebut dalam konteks hukum di AS.
Tetapi kecaman itu justru yang memicu Grassi mengungkapkan pertemuan pribadinya dengan Paus Fransiskus.
"Saya ingin menunjukkan kebenaran, tentang siapa Paus Fransiskus sebenarnya," ujar dia.
Grassi, yang mengaku bukan atheis, mengatakan Paus sudah sejak lama tahu dirinya seorang homoseksual. Tetapi Paus tak pernah mengecam pilihan seksualnya.
"Dia tak pernah menghakimi. Dia tak pernah mengatakan hal-hal yang negatif," tegas Grassi.
"Jelas sebagai pemimpin gereja dia harus mengikuti ajaran gereja. Tetapi sebagai manusia dia paham segala jenis situasi dan dia terbuka untuk semua manusia, termasuk mereka yang punya karakteristik seksual berbeda," beber Grassi.
Grassi sendiri pernah mengkritik Fransiskus ketika ia masih menjabat sebagai Uskup Agung Buenos Aires, Argentina pada 2010. Ketika itu di Argentina sedang terjadi perdebatan sengit tentang pernikahan sesama jenis. Fransiskus, yang ketika itu masih menggunakan nama aslinya, Jorge Mario Bergoglio, menolak pernikahan sejenis dan bahkan menyebutnya sebagai "karya iblis".
"Anda selalu menjadi panduan saya, membuka cakrawala saya - Anda yang membentuk aspek-aspek paling progresif dalam cara pandang saya terhadap dunia," tulis Grassi ketika itu, dalam sebuah email kepada Fransiskus, seperti dikutip oleh majalah National Geographic.
"Tetapi mendengar semua ini dari mulut Anda, sungguh mengecewakan," kritik dia.
Adapun dalam kasus Davis, Grassi yakin bahwa Paus telah sengaja dijebak untuk bertemu dengan pegawai perempuan tersebut.
Tetapi Vatikan sendiri terus memegang prinsip yang menolak pernikahan sesama jenis. Pada April lalu Vatikan dengan tegas menolak Duta Besar Prancis untuk Vatikan, Laurent Stefanini, yang mengaku sebagai gay.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Baju Teal Blue Cocoknya Pakai Kerudung Warna Apa Saja? Ini 5 Rekomendasinya
-
Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Teal Blue dan Ash Blue Cocok untuk Warna Kulit Apa?
-
7 Sabun Cuci Muka untuk Bantu Atasi Flek Hitam di Usia 40-an, Mulai Rp27 Ribuan
-
10 Pilihan Moisturizer Cream yang Efektif Memperkuat Skin Barrier
-
5 Hair Tonic Pria Terbaik untuk Atasi Garis Rambut Mundur, Ampuh Kembalikan Kepercayaan Diri
-
7 Resep Kue Kering Khas Lebaran yang Mudah dan Anti Gagal untuk Pemula
-
Cara Memilih Bedak untuk Usia 50-an, Ini 5 Produk Aman yang Layak Dicoba
-
15 Rekomendasi Sunscreen SPF 30 ke Atas untuk Perlindungan Maksimal dari Sinar Matahari
-
Resep Ayam Bacem Khas Jogja untuk Hidangan Spesial Keluarga di Rumah
-
5 Rekomendasi Merek Sneakers Lokal untuk Kaki Besar, Ada yang Punya Size sampai 47