Suara.com - Kenyamanan sejumlah objek wisata di Lombok tidak terganggu oleh erupsi anak gunung Rinjani, Gunung Barujari, karena aktivitas warga masih berjalan secara normal.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan untuk berwisata di Lombok saat ini karena kenyamanan dan keindahannya sama sekali tidak terganggu dengan adanya erupsi Gunung Barujari," ujar Sekretaris Kementrian Pariwisata Ukus Kuswara melalui pesan singkat yang diterima di Lombok, Sabtu (14/11/2015).
Menurut Ukus, terkait dengan terjadinya erupsi Gunung Barujari-Lombok dan kondisi pariwisata di NTB khususnya Lombok, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas pariwisata Provinsi NTB beserta pelaku pariwisata lainnya.
"Kami dari Kementerian Pariwisata juga telah mengirimkan tim untuk langsung memantau kondisi di lapangan, dan dapat disimpulkan bahwa kegiatan pariwisata beserta destinasi wisata di Lombok aman dari dampak erupsi Gunung Barujari," ujar Ukus.
Ukus juga menambahkan, Bandara Internasional Lombok juga telah kembali beroperasi normal sejak Kamis (13/11/2015).
Beroperasinya kembali Bandara Internasional Lombok pada akhirnya memulihkan kegiatan di sektor pariwisata yang sempat terpukul sejak ditutup sementara pada 25 Oktober 2015.
Penutupan bandara tersebut meresahkan para pelaku wisata karena mengakibatkan pembatalan jadwal wisatawan yang akan berkunjung ke Lombok.
Kementerian Pariwisata melalui Crisis Center Pariwisata terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan menyebarkan informasi agar semua pihak tetap waspada dan wisatawan tetap nyaman dalam berwisata.
"Kami juga telah melihat berbagai instansi di daerah telah siap dan sigap dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan dan berupaya terus menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan," ujar Ukus.
Sebelumnya Manajer Hotel Sentosa Azkar menyatakan sebelum bandara dibuka kembali, tingkat hunian hotel hanya sekitar 30 persen dari normal.
"Namun sekarang sudah mulai naik kembali sekitar 70 persen setelah bandara Lombok dibuka kembali. Pelan-pelan pemulihannya," ungkap Azkar.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Fauzal menegaskan bahwa Lombok dan sekitarnya aman dan tidak terkena dampak dari erupsi Gunung Barujari, sehingga wisatawan dapat berkunjung.
Fauzal juga meyakinkan ke dunia bahwa dunia wisata di Lombok tidak terdampak, termasuk dari gempa dan banjir.
"Kejadian gunung erupsi, itu kan memang tidak bisa dihindari. Di Lombok tidak terganggu sama sekali. Baik pemerintahan maupun ekonomi lainnya. Kecuali sedikit debu," ujar Fauzal. (Antara)
Berita Terkait
-
Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Kelompok ASKA Jadi Benteng Sosial Istri Nelayan dari Jeratan Utang
-
Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob
-
Sempat Rusak Diterjang Banjir, Wisata di Lombok Timur Dibuka dengan Wajah Baru!
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Penemuan Fosil Kupu-Kupu Berusia 34 Juta Tahun di Prancis, Kondisi Masih Utuh
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?
-
Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas
-
16 Nama Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual ke 27 Orang
-
5 Urutan Skincare Pagi dengan Day Cream dan Moisturizer yang Benar
-
Tren Baru Gaya Hidup: Kipas Portable dengan Kamera, Hadapi Cuaca Panas Sambil Abadikan Momen
-
Kronologi Lengkap 16 Mahasiswa FH UI Lakukan Pelecehan Seksual ke 27 Korban