- ITDC mengadakan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi ekoenzim bagi warga serta pedagang di Kelurahan Benoa, Nusa Dua.
- Sebanyak 30 peserta mempelajari teknik fermentasi limbah rumah tangga untuk dijadikan pupuk alami dan pembersih ramah lingkungan.
- Program ini bertujuan mengurangi volume sampah dari sumbernya serta mendukung keberlanjutan lingkungan di kawasan destinasi wisata Bali.
Suara.com - Persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan terbesar di Bali. Di tengah tingginya aktivitas pariwisata dan pertumbuhan penduduk, volume sampah terus meningkat, sementara kapasitas pengelolaannya masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Sampah organik yang mendominasi timbulan sampah rumah tangga pun sering kali belum dimanfaatkan secara optimal dan berakhir di tempat pembuangan akhir.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas destinasi wisata yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Bali.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) menggelar pelatihan pengolahan sampah organik menjadi ekoenzim bagi warga Kelurahan Benoa dan pedagang di kawasan Nusa Dua.
Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan yang mengajarkan cara mengolah limbah organik rumah tangga menjadi ekoenzim, cairan hasil fermentasi yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami maupun pembersih ramah lingkungan.
Vice President Commercial and Relation ITDC The Nusa Dua, Made Purnama Damayanti, mengatakan pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau pengelola kawasan wisata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.
"Kami berharap peserta tidak hanya memperoleh pemahaman baru, tetapi juga terdorong untuk menerapkan praktik ini secara konsisten dan membagikannya di lingkungan masing-masing," kata Damayanti seperti dikutip dari ANTARA, baru-baru ini.
Melalui pelatihan tersebut, peserta belajar langsung mulai dari proses memilah dan mencacah sampah organik hingga mengolahnya menjadi ekoenzim. Program ini juga dilanjutkan dengan pendampingan selama dua bulan untuk memastikan praktik pengolahan sampah dapat diterapkan secara mandiri.
Menurut ITDC, pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu cara untuk mengurangi timbulan sampah dari sumbernya sekaligus membangun budaya pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga: Melihat Tempat Pengolahan Sampah Organik di Jakarta Timur
Di tengah upaya Bali menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan kelestarian lingkungan, pengolahan sampah organik skala rumah tangga seperti ini dinilai dapat menjadi langkah kecil yang berkontribusi pada solusi yang lebih besar. Dengan semakin banyak warga yang mampu mengolah sampahnya sendiri, tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah di kawasan wisata diharapkan dapat berkurang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
4 Parfum Aroma Floral dan Fruity di OH!SOME, Wangi Segar dan Feminin untuk Sehari-hari
-
5 Powder Foundation yang Bisa Menyamarkan Flek Hitam, High Coverage dan Tahan Lama
-
4 Rekomendasi Kulkas 2 Pintu Harga 2 Jutaan: Penyimpanan Lega dan Hemat Listrik
-
Dino Patti Djalal Sekarang Menjabat Apa? Kritik Kunker Prabowo ke Luar Negeri
-
5 Skin Tint untuk Dipakai Kondangan, Bikin Makeup Flawless Tahan Lama!
-
5 Lip Cream dengan Review Positif di Shopee, Ada yang Tetap On Point Usai Makan Bakso!
-
4 Skin Tint Lokal yang Bagus untuk Daily Makeup, Hasil Natural dan Anti Berat
-
Riwayat Pendidikan Dino Patti Djalal yang Kritik Kunker Prabowo ke Luar Negeri
-
5 Sunscreen Lokal yang Gak Bikin Wajah Abu-Abu dan Kusam, Mulai Rp37 Ribuan
-
5 Lipstik Lokal untuk Bibir Hitam dan Kering, Review Bagus Harga di Bawah Rp60 Ribu