Suara.com - Sebagai daerah tujuan wisata, kebersihan pantai menjadi hal penting. Karena sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Bali, terutama karena keindahan pantainya. Bayangkan jika pantai Bali dipenuhi sampah plastik, maka wisatawan akan enggan datang bukan?
Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah plastik dibangun melalui program bank sampah. Kegiatan ini mulai digalakkan dalam beberapa tahun terakhir.
"Untuk mengurangi jumlah sampah plastik, kuncinya adalah membangun perubahan perilaku masyarakat melalui bank sampah, ujar pendiri Yayasan Bali Wastu Lestari, Ni Wayan Riawati.
Pada 2015, yayasan tersebut mampu menyerap 897,9 kilogram sampah plastik untuk didaur ulang dari 71 bank sampah yang beranggotakan 6.030 nasabah.
Program bank sampah, kata Riawati, lahir dari sebuah keprihatinan terkait banyaknya sampah plastik yang mencemari laut dan pantai di Bali.
Plastik itu hanya digunakan beberapa menit sebelum menjadi sampah, padahal rata-rata umur sampah plastik lebih dari 10 tahun, ada yang 60 tahun, bahkan ada yang tidak bisa hancur sama sekali.
Keprihatinan tersebut mendorongnya melakukan sosialisasi program 7R yakni reduce (mengurangi), reuse (memanfaatkan kembali), recycle (daur ulang), replace (mengganti barang sekali pakai dengan barang ramah lingkungan), refill (memilih produk-produk dengan kemasan besar), repair (memperbaiki barang yang tidak terpakai), dan replant (penanaman kembali).
Selain itu, upaya sosialisasi pemilahan sampah yang dilanjutkan dengan program bank sampah, bisa menjadi alternatif tambahan pemasukan warga Bali.
"Semua jenis sampah kecuali mika dan sterofoam, bisa didaur ulang atau diolah kembali menjadi barang-barang bernilai ekonomi," tutur Riawati. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
FOMO atau Tak Ada Waktu: Mengapa Tetap Liburan Meski Tahu Akan Berdesakan?
-
Menghindari 'Lautan Manusia': Strategi Liburan Lebaran Tanpa Emosi
-
Pengalaman Eksklusif: Harga dan Cara Ikut Tur Kuda Laut di Singapore Oceanarium
-
Instagramable Tapi Tak Nyaman: Sebuah Paradoks Liburan Era Digital
-
Jejak Yang Tertinggal: Sampah dan Harga Lingkungan dari Euforia Wisata
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
6 Shio Beruntung 31 Maret 2026: Buang Hal Tak Penting agar Rezeki Lancar
-
Perbedaan Compact Powder dan Two Way Cake: Mana yang Cocok untuk Kulit Anda?
-
Bukan Sekadar Rumah: Mengapa Fasilitas Komunitas Jadi Kriteria Utama Keluarga Urban Saat Ini?
-
Bukan Karena Pasangan atau Idola, Ini Motif Utama Orang Pilih Operasi Plastik
-
5 Treatment Klinik Kecantikan untuk Mengatasi Flek Hitam di Usia 40 Tahun
-
Fenomena Pink Moon Bukan Bulan Berwarna Merah Muda, Simak Faktanya!
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering agar Tetap Berkilau di Usia 35 Tahun
-
5 Bedak Tabur Emina Ampuh Kontrol Minyak Berlebih, Cocok untuk Kulit Berminyak
-
6 Lipstik Transferproof untuk Bibir Hitam yang Warnanya Elegan dan Anti Pudar
-
Cara Membuat SKCK Online, Simak Syarat dan Biayanya