Suara.com - Mengejar karir, sah-sah saja untuk dilakukan. Tapi jangan sampai hal ini membuat Anda menunda memiliki momongan.
Pasalnya menunda memiliki anak juga ada risikonya. Ketika usia sudah bertambah tua, tak sedikit pasangan yang makin kesulitan dalam memiliki keturunan. Belum lagi tingginya risiko melahirkan pada perempuan berumur.
"Kalau di sisi perempuan, cadangan ovarium yang akan dibuahi untuk menjadi anak semakin menipis seiring bertambahnya usia hingga akhirnya habis menjelang menopause. Jadi peluang kehamilannya semakin kecil," ujar dokter spesialis kandungan, Yassin Yanuar pada temu media 'Smart IVF Indonesia' di Jakarta, Selasa (22/12/2015).
Sementara itu, lelaki yang terus bertambah usianya juga mengalami perubahan kualitas dan jumlah sperma. Belum lagi faktor gaya hidup yang turut mempengaruhi keberhasilan sperma dalam membuahi sel telur.
"Data kita menunjukkan bahwa dari 40 juta pasangan subur, 10 persennya mengalami masalah dalam memiliki anak. Jadi kalau ditunda hanya demi karir, maka peluang sulit dalam memiliki anak semakin besar," imbuhnya.
Menurut Yassin, peluang kehamilan terbesar terjadi dalam dua tahun pertama setelah menikah saat usia di bawah 35 tahun. Bahkan 75 persen pasangan berpeluang tinggi mendapatkan kehamilan setelah enam bulan pertama menikah.
"Hal ini dikarenakan cadangan ovarium yang akan dibuahi masih cukup. Beda halnya kalau menikah dan berencana memiliki anak saat usia sudah kepala 4, jumlah telur yang bisa dibuahi semakin menipis, peluang hamil pun rendah," lanjutnya.
Berita Terkait
-
John Herdman Mau Pemain Naturalisasi di Level Tertinggi, Winger PSV Ini Bisa Jadi Opsi
-
John Herdman Siap Lanjutkan Naturalisasi, Cari Pemain Keturunan Inggris?
-
John Herdman Datang, Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Makin Gacor di Bundesliga
-
Satu Bek Dipastikan Kieran McKenna Hengkang, Posisi Elkan Baggott di Ipswich Town Aman?
-
Jadi Rekan Setim Justin Hubner, Pemain Keturunan Jawa Bisa Dibujuk Gabung Timnas Indonesia
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Saham Rasa Kripto, Gaya Baru Investasi Digital Native
-
Kulit Kusam? Ini 5 Body Lotion yang Bisa Membantu Mencerahkan Kulit
-
Hasil Studi: Reputasi Kelihatan Abstrak, Tapi Bisa Bikin Perusahaan Panen Untung
-
Tren Steak Premium: Eksplorasi Rasa Daging Sapi Australia di Awal Tahun
-
Parfum Wardah Bisa Tahan Berapa Jam? Ini 5 Varian yang Wanginya Paling Awet
-
Mengapa Menulis Memoar seperti Aurelie Moeremans Bisa Sembuhkan Trauma Masa Lalu?
-
Nour Al Qalam Perluas Pasar Global, Hadirkan Fashion Kaligrafi Arab di Indonesia
-
6 Promo Imlek Gerai Makanan Cepat Saji, Manfaatkan Kesempatan
-
Doa Malam Isra Miraj 27 Rajab, Lengkap dengan Tata Cara agar Hajat Cepat Terkabul
-
Baju Teal Blue Cocok dengan Hijab Warna Apa? Pasangkan dengan Ini Agar Lebaranmu Makin Kece