- Festival Ramadan diselenggarakan di Masjid Al Ikhlas PIK pada 11–13 Maret 2026 untuk ekspresi seni Islami.
- Acara ini mempertandingkan Hadroh Kreasi, Marawis Umum, dan Bedug Shalawat, serta menawarkan hadiah bagi pemenang.
- Komunitas seni Islami melihat festival ini sebagai peluang penting untuk saling berinteraksi dan melestarikan tradisi.
Suara.com - Menjelang 10 hari terakhir Ramadan, berbagai kegiatan positif mulai digelar di sejumlah tempat untuk menyemarakkan suasana ibadah sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Salah satunya melalui penyelenggaraan Festival Ramadan di Masjid Al Ikhlas PIK yang menghadirkan beragam perlombaan seni islami sebagai ruang ekspresi bagi komunitas religius sekaligus ajang silaturahmi antar kelompok.
Festival yang berlangsung pada 11 hingga 13 Maret 2026 di halaman Masjid Al Ikhlas PIK ini menghadirkan tiga kategori lomba, yaitu Hadroh Kreasi, Marawis Umum, dan Bedug Shalawat.
Kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat umum dari wilayah Jabodetabek dan disiapkan sebagai wadah bagi para pecinta seni islami untuk menampilkan kreativitas mereka.
Panitia juga menyediakan hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang yang berhasil tampil terbaik dalam setiap kategori lomba.
Kehadiran festival ini disambut antusias oleh berbagai komunitas seni islami di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Banyak kelompok yang melihat kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk memperluas pengalaman tampil di panggung yang lebih besar.
Perwakilan Grup Marawis Al-Hidayah Kampung Melayu, Teluknaga, M. Fikri Hasan, mengatakan bahwa festival seperti ini menjadi peluang berharga bagi kelompok marawis lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan masyarakat yang lebih luas.
“Kami sering tampil di acara pengajian dan peringatan hari besar Islam di Teluknaga. Ketika ada festival seperti ini di PIK tentu kami tertarik untuk ikut,” ujar Fikri.
Ia juga menilai kegiatan tersebut dapat menjadi ajang pertemuan bagi berbagai kelompok seni islami dari berbagai daerah, sehingga para peserta dapat saling mengenal sekaligus belajar satu sama lain.
Baca Juga: Ampverse Resmi Ekspansi ke Indonesia, Andalkan AI dan Gaming Intelligence
“Biasanya kalau ada festival seperti ini kita bisa bertemu dengan grup-grup lain. Selain lomba juga bisa saling belajar,” katanya.
Hal serupa disampaikan oleh Rizal Fahmi dari Kelompok Bedug Shalawat Al-Fattah Pakuhaji yang berencana mendaftarkan timnya pada kategori bedug shalawat.
Menurutnya, festival Ramadan di kawasan PIK menjadi kesempatan menarik bagi komunitas seni islami di wilayah pesisir Tangerang untuk tampil di lokasi yang lebih dikenal luas.
“Lokasinya strategis dan sering ada acara besar. Kalau bisa tampil di sana tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga buat kami,” kata Rizal.
Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga diharapkan mampu menjaga keberlangsungan tradisi seni musik islami yang telah lama hidup di tengah masyarakat.
Seni hadroh, marawis, dan bedug shalawat tidak hanya menjadi hiburan religius, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang sarat nilai spiritual dan kebersamaan.
Melalui kegiatan seperti ini, 10 hari terakhir Ramadan tidak hanya diisi dengan ibadah, tetapi juga dengan aktivitas positif yang mempererat ukhuwah serta mendorong generasi muda untuk terus melestarikan tradisi seni islami.
Panitia pun mengimbau masyarakat yang berminat mengikuti lomba untuk segera mendaftar karena kuota peserta yang tersedia terbatas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Naik Kereta Bukan Sekadar Perjalanan, Kini Stasiun Jadi Lifestyle Space Baru
-
Apa Itu Tapa Bisu? Tradisi yang Dilakukan Setiap Malam 1 Suro
-
Perlukah Pakai Bedak Tabur usai Pakai Cushion? Ini Saran MUA agar Makeup Tahan Lama
-
5 Lip Serum untuk Atasi Bibir Kering dan Pecah-pecah, Bisa Melembapkan dan Mencerahkan
-
Rekam Jejak Said Iqbal, Sang Tokoh Buruh yang Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden
-
Handbody Apa yang Mengandung Kolagen? Ini 5 Pilihan Murah yang Dapat Review Bagus
-
5 Skincare Andalan Asha Assuncao "Terikat Janji" untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat
-
Kurangi Emisi Tak Selalu Butuh Teknologi Baru: Pelajaran dari Arsitektur Vernakular di Indonesia
-
3 Maskara Andalan Davina "Terikat Janji" agar Bulu Mata Lentik dan Panjang di Depan Kamera
-
3 Produk Lipstik Andalan Asha Assuncao, Bibir Jadi Plumpy Ala Davina 'Terikat Janji'