Meski batik Trusmi makin dikenal, ternyata batik asal Cirebon Jawa Barat ini mengalami permasalahan tersendiri. Regenerasi pembatik yang ada di Cirebon, Jawa Barat, mengalami penurunan dikarenakan kurang minatnya pemuda sekarang untuk menekuni dunia membatik.
"Regenerasi pembatik di Cirebon khususnya di daerah Trusmi ini, sekarang mengalami penurunan dan itu disebabkan beberapa faktor yang mempengaruhi para pemuda dalam menukuni dunia membatik," kata Owner Batik Trusmi Ibnu Iryanto saat bertemu dengan wartawan di Cirebon, Minggu (3/1/2016).
Menurut dia banyak faktor yang mempengaruhi generasi muda enggan menekuni dunia batik, karena mereka berpandangan lebih baik kerja di Pabrik yang besar dari pada menjadi pembatik.
Selain itu juga mereka berpandangan jika menjadi pembatik tidak bisa sejahtera, itulah faktor yang mempengaruhi kurangnya regenerasi pembatik Cirebon.
"Faktornya banyak yang menjadikan para pemuda kurang tertarik pada membatik atau menjadi pembatik," tuturnya.
Untuk regenerasi pihaknya akan membuka sebuah wisata edukasi dan juga pelatihan membatik, agar para remaja bisa menekuni keterampilan membatik. Menurut dia, jika para pembatik tidak memiliki regenerasi, maka akan menimbulkan masalah pada melestarikan kekayaan budaya lokal Cirebon dengan membatik.
"Regenerasi sangatlah penting untuk masa depan batik khas Cirebon," ungkapnya.
Ia menambahkan, akan berusaha untuk bisa melestarikan warisan batik dari nenek moyang, yang sekarang ini para pemuda kurang tertarik untuk menekuni batik atau membatik. (Antara)
Berita Terkait
-
Dukung UMKM, ShopeePay dan SPayLater Gelar Kompetisi Desain Batik "Corak Cerita Nusantara"
-
Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya
-
Batik Ciprat Buka Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi
-
Powerbank Penumpang Batik Air Terbakar Saat Terbang
-
Mitra Binaan Batik BNI Meriahkan Pameran Puspa Nuswantara 2026
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Bangkit Berkat Huntara, Warga Agam Kini Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Lokal
-
SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Kembangkan Pembelajaran Coding dan Robotik
-
4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
-
Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel
-
BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun