Suara.com - Nusa Tenggara Timur (NTT) menyambut gembira acara Tour de Flores (TdF) yang digelar 16-26 Mei 2016 sebagai upaya mempromosikan pariwisata Flores.
"Kegiatan balap sepeda internasional tahunan yang dipadukan dengan kegiatan wisata di Flores, Nusa Tenggara Timur itu, merupakan media promosi pariwisata daerah-daerah di kepulauan Flores," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Welly Rame Rohimone di Kupang, Kamis (28/1/2016).
Ia mengatakan Tour de Flores dengan tagline "Explore the Amazing Land" yang berawal dari Larantuka, Ibu Kota Kabupaten Flores Timur dan berakhir di Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat itu juga merupakan ajang wisata olahraga yang diinisiasi oleh pemerintah daerah setempat.
Kegiatan yang telah diluncurkan Kementerian Pariwisata itu, akan menempuh jarak 743 km yang dibagi menjadi lima etape dari Larantuka ujung timur Pulau Flores hingga berakhir di Labuan Bajo, ujung barat Pulau Flores dan direncanakan berlangsung pada 18-27 Mei 2016.
Oleh karena itu, pihaknya mendukung Tour de Flores dengan menyediakan berbagai fasilitas bagi para peserta selama melintasi titik-titik tur yang tentunya berdampak pada aktivitas masyarakat untuk memajukan pariwisata di Flores.
Welly mengatakan sekitar 230 pebalap sepeda dunia yang pernah mengikuti kejuaraan lomba balap sepeda di ajang Tour de France di Prancis, Tour de Langkawi di Malaysia, Tour de Singkarak di Sumatera Barat, dan Tour de Ijen di Bayuwangi, akan hadir di Flores.
Berdasarkan jadwal dari panitia, sebelum hari lomba, para peserta balap diajak menyaksikan atraksi penangkapan ikan paus di Lembata, dan usai etape terakhir, para pembalap dibawa ke Komodo.
"Peserta lomba terdiri dari atlet sepeda internasional yang merupakan anggota UCI (20 tim dengan total 200 orang), atlet sepeda nasional (2 tim, 20 orang), dan atlet sepeda NTT (1 tim, 10 orang), sehingga total peserta lomba 230 orang," kata dia.
Untuk mendukung kegiatan tersebut Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus membenahi sejumlah titik sebagai destinasi utama pariwisata nasional dengan titik fokus pada infrastruktur, perhotelan, dan sumber daya manusia untuk benar-benar menjadi daerah tujuan wisata dunia.
"Infrastruktur dibangun untuk memperlancar aksesbilitas menuju destinasi perhotelan untuk akomodasi dan kenyamanan serta SDM untuk pelayanan yang cepat dan tepat dan sadar wisata di lokasi setempat," kata Welly.
Ia mengatakan Flores, terutama Labuan Bajo dengan Taman Nasional Komodo, merupakan satu dari 10 destinasi wisata utama yang akan dikembangkan pemerintah.
Hal itu, tambah Welly karena Labuan Bajo sebagai pintu masuk wisatawan nusantara dan mancanegara menuju destinasi lain di NTT, sehingga pembenahannya harus lebih fokus dan prioritas pada destinasi itu dengan aspek utamanya adalah infrastruktur, sarana prasarana perhotelan dan kesehatan, serta sumber daya manusia.
Selain aspek-aspek itu, Dinas Pariwisata NTT juga tetap menyosialisasikan Sapta Pesona Wisata dengan menekankan promosi yang efektif dan efesien sebagai kelanjutan sejak ditetapkannya Komodo sebagai salah satu "The New Seven Wonders of Nature" (tujuh keajaiban alam yang baru).
"Ini dimaksudkan untuk menjadikan NTT sebagai pintu masuk pariwisata Indonesia selain Bali, NTB, dan 10 kawasan kepulauan lainnya yang sudah sangat dikenal selama ini," katanya.
Welly mengatakan keberadaan komodo (Varanus komodoensis) di Taman Nasional Komodo yang meliputi tiga pulau, yaitu Rica, Padar, dan Komodo, telah menarik perhatian dunia sebagai spesies purba yang masih tersisa saat ini.
"Momentum ini kemudian dimanfaatkan dengan menggelar berbagai ajang nasional maupun internasional sebagai jembatan bagi NTT menuju destinasi unggulan, di antaranya Tour de Flores terdiri atas dua acara pokok, yakni wisata dan balap sepeda internasional. Acara wisata diisi dengan kegiatan mengunjungi objek wisata alam, acara budaya, bazar, dan pesta rakyat," terangnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi