Suara.com - Apa yang sebenarnya terjadi setelah kematian tetap menjadi misteri besar kehidupan. Tapi, pengalaman sekelompok orang yang mengalami kematian yang dibagi di situs Quora mungkin dapat menjelaskan apa yang terjadi setelah kematian.
Orang-orang ini percaya, dapat menawarkan wawasan kepada mereka yang masih penasaran. Pengalaman itu berkisar dari perasaan 'bahagia' kekecewaan karena tidak mencapai tujuan pribadi, atau merasakan kekosongan yang menakutkan.
Menjawab pertanyaan, 'Bagaimana rasanya kematian itu?' Megan yang sempat dinyatakan secara klinis meninggal menjelaskan pengalaman dekat kematian sebagai 'bahagia, tenang, menarik, damai dan santai'. Ini membuatnya tak merasa takut untuk mati.
"Saya merasa seperti tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana benar-benar indah rasanya," katanya.
Lain lagi dengan pengakuan Vera, yang sempat di ambang maut karena keracunan gas karbon monoksida (CO) dari pemanas air rusak ketika berusia 11 tahun.
"Saya masih bisa melihatnya sekarang, saya seperti dibekap dengan selimut tebal dan tak terlihat sebagai kematian," kenangnya.
Selanjutnya, Vera merasakan jantungnya berdebar, kepala berdengung seakan ada sarang lebah di dalamnya, dan rasanya seolah-olah ada dua pisau terjebak di kedua sisi kepalanya.
"Saya merasa saya akan mati saat itu. Ini adalah perasaan tertentu dari kondisi darurat seperti alarm internal yang menjerit. Kami sedang sekarat. Dan tak seorang pun bisa mendengar kami," jelas Vera.
Selanjutnya, Vera ingat melihat sesuatu seperti plasma warna di sekelilingnya dengan perspektif visual yang sangat aneh. Vera diselamatkan oleh ayahnya, tapi dokter mengatakan bahwa Vera telah mati secara klinis untuk antara 15 dan 45 menit.
Sedangkan Barbara yang mengaku telah tiga kali mengalami kematian, juga mengatakan bahwa dia merasa sangat tenang dan santai.
Pengalaman Lori saat 'sekarat' juga positif. Ia menggambarkan melihat banyak warna yang berbeda, yang membuatnya merasa damai dan nyaman. Lori menuturkan apa yang dialaminya begitu indah. Ia merasa tubuhnya terangkat dan kehilangan gaya gravitasi.
"Rasanya seperti melayang. Saya mencoba untuk melihat diri saya sendiri, tapi saya tidak ada. Itu mengejutkan, tapi tidak membuat saya takut. Saya juga tidak merasa sendirian. Ada 'orang lain' yang saya tidak bisa melihat, tapi hanya tahu bahwa mereka berada di sana karena mereka "berbicara" kepada saya," terangnya.
Lain lagi dengan pengalaman Bryan, yang mengatakan bahwa setelah mengalami kematian ia merasa sedih akan kehilangan pengalaman menakjubkan, gairah, mencintai dan kebijaksanaan yang ia temui dalam hidup.
Orang-orang yang telah melalui NDE umumnya melaporkan melihat cahaya terang, perasaan damai yang intens, melihat kilat kehidupan di depan mata mereka, dan membuat keputusan sadar atau didorong oleh orang lain untuk kembali ke tubuh mereka.
"Saya tidak melihat ke bawah pada tubuh saya sendiri. Aku tidak merasakan sakit sama sekali. Aku hanya marah," demikian Deanne mengisahkan kisahnya.
Ia 'kembali' setelah beberapa menit. Pada saat itu ia mendengar orang-orang di sekelilingnya berteriak memintanya untuk "tetap tinggal".
Para ilmuwan percaya bahwa perubahan fisik di dalam otak saat sekarat, anestesi tidak sempurna dan respon neurokimia tubuh terhadap trauma mungkin dapat menjelaskan semua itu. Ini seperti yang diceritakan seorang lainnya.
"Tidak ada rasa sakit, hanya kegelapan, kerentanan dan rasa rapuh yang ekstrim. Bahkan tak ada perasaan ingin memberontak atau ketakutan, hanya terbatas kesedihan dan kehampaan," pengguna Quora lainnya. (dailymail.co.uk)
Berita Terkait
-
Malaikat Maut Selalu Mengintai Kita, Tidak Pandang di Gerbong Sebelah Mana
-
Proses Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Terus Dilakukan, RS Polri Ungkap Kendalanya
-
Mojtaba Khamenei 2 Kali Lolos dari Maut Serangan AS-Israel
-
3 Cerpen Paling Unik dari 'Lelaki Paruh Baya yang Menikah dengan Maut'
-
Transjakarta Berduka dan Serahkan Penyelidikan Kecelakaan Maut di Pondok Labu ke Polisi
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
-
Kenapa Ki Hajar Dewantara Dijadikan Bapak Pendidikan Indonesia? Ini Sejarah Lengkapnya
-
Liburan ke Kepulauan Seribu Makin Praktis, PIK Siapkan Dermaga CBD Beachwalk
-
Tak Perlu Takut Breakout, Ini Solusi Sunscreen Nyaman untuk Kulit Rentan Berjerawat
-
Apa Arti 3 Semboyan Ki Hajar Dewantara? Ini Makna Ing Ngarsa Sung Tuladha hingga Tut Wuri Handayani
-
5 Rekomendasi Lipstik Wudhu Friendly yang Mudah Dibersihkan sebelum Ibadah
-
50 Ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional Indonesia 2026 yang Semangat dan Bermutu Sesuai Tema
-
Sunscreen Apa Saja yang Tahan Air? Ini 8 Rekomendasi Mulai Rp30 Ribuan
-
5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
-
Pedoman Hardiknas 2026: Tema, Logo, dan Susunan Upacara Sesuai Kemendikdasmen