Sebanyak 1.290 wisatawan asing yang menumpangi kapal pesiar asal Belanda MV Volendam sandar di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan dan berencana menyaksikan peristiwa alam seperti gerhana matahari total (GMT).
"Sesuai dengan jadwalnya, kita sudah sandar di Pelabuhan Soekarno Makassar dan baru akan meninggalkan lagi pelabuhan setelah pukul 19.00 Waktu Indonesia tengah," ujar Eksekutif House Keeper, Hadi Susanto di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Selasa (8/3/2016).
Dia mengatakan, sesuai dengan ramalan dari para astronomi dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) jika gerhana matahari total (GMT) akan terjadi pada Rabu (9/3/2016). Meskipun ribuan turis ini tidak bisa melihat langsung proses gerhana matahari itu di daratan Makassar, tetapi para turis masih bisa melihatnya di Selat Makassar.
"Sesuai perkiraannya, besok pada saat terjadi gerhana matahari itu kita semua masih berada di Selat Makassar," katanya.
Kapal pesiar Volendam berbendera negara Belanda berlabuh dan sandar di dermaga pelabuhan Soekarno-Hatta kota Makassar, Sulawesi Selatan dengan membawa pelancong dari beberapa negara.
Kapal pesiar yang ditumpangi 1.290 penumpang dari berbagai negara ini sandar di Pelabuhan Soekarno Hatta Kota Makassar, pada pukul 07.00 Wita.
Sesuai dengan rute perjalanan kapal pesiar Volendam ini yakni, Singapura, Jakarta, Semarang, Probolinggo, Makassar, Selatan Palu, Bali, dan kembali ke Singapura. Sedangkan para pesiar yang berada di atas kapal itu berasal dari berbagai negara seperti, Australia, Austria, Belarusia, Kanada, Denmark, Jerman, Israel dan Zimbabwe.
Sedangkan pesiar lainnya dari benua Asia berasal dari negara seperti, Malaysia, Filipina, Singapura, Jepang, Tiongkok, Korea, dan Hongkong. Para turis ini berencana akan menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT) dia atas kapal pesiar di selat Makassar yang berbatasan dengan Palu. (Antara)
Berita Terkait
-
Kapal Pesiar Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan
-
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Apakah Lewat Indonesia?
-
BMKG Pastikan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tidak Terlihat dari Indonesia
-
Link Nonton Gerhana Matahari Total dan Hujan Meteor Perseid Agustus 2026
-
Pertama Dalam 75 Tahun, Arab Saudi Bakal Gelap karena Gerhana Matahari Total
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Gempa M3,5 Guncang Bantul, Getaran Terasa hingga Solo dan Magelang
-
Gempuran AI & Medsos, Local Media Community Surabaya Ungkap Jurus Media Lokal Bertahan
-
Bikin Bobotoh Harap-Harap Cemas, Kok Bisa Akun IG 3,1 Juta Follower Thom Haye Hilang?
-
Heboh Jadi Sayembara, Pakar Sebut Besarnya Hadiah Tak Mengubah Standar Hukum Ijazah Gibran
-
Viva Perfect Matte vs Perfect Shine Lip Color, Mana yang Tahan Lama?
-
Desain Estetik tapi Bikin Gerah, Pramono Janji Benahi Halte Rasuna Said
-
InJourney Semarakkan ASTINDO Travel Fair 2026 dengan Deretan Promo Eksklusif
-
Warna Earth Tone untuk Rumah Bawa Keberuntungan, Ini Cara Menerapkannya sesuai Feng Shui
-
Review Film A New Dawn: Potret Puitis Perubahan Zaman dan Kenangan Manusia
-
Indonesia Tak Baik-baik Saja, Guru Besar UGM Soroti Ketimpangan dan Dominasi Oligarki