Suara.com - Perempuan kerap melakukan sederet tindakan untuk membuat tatanan rambutnya menawan demi menopang penampilannya secara keseluruhan.
Sayangnya, berbagai tindakan ini dapat memicu berbagai kerusakan rambut, baik ringan, sedang, maupun berat. Dan parahnya lagi, banyak perempuan yang tidak menyadari jenis kerusakan rambut yang dialaminya.
"Berdasarkan hasil riset yang dilakukan selama 15 tahun, kami menemukan 48 persen perempuan di dunia mengakui bahwa rambut mereka rusak tapi tidak menyadari jenis kerusakannya seperti apa," ujar Nitya Puspandhari, Product Manager L'Oréal Professionnel pada peluncuran rangkaian perawatan 'Pro Fiber' di bilangan Kuningan, Jakarta, Selasa (8/3/2016).
Masih menurut hasil riset tersebut, Nitya memaparkan berbagai penyebab kerusakan rambut, yang berhubungan dengan cara kaum hawa memperlakukan rambutnya. Mulai dari cara keramas, mengeringkan rambut, hingga teknik pewarnaan yang belakangan digandrungi kaum hawa.
"Penyebab kerusakan bervariasi tapi memang paling banyak karena sering blow dry sampai bleaching yang terberat. Rambut jadi kusam, kasar, rapuh, hingga mudah sekali putus," imbuhnya.
Sementara itu pakar penata rambut profesional, Irwan dari Irwan Team membenarkan bahwa teknik pewarnaan yang melibatkan proses kimia selama beberapa jam dapat memicu kerusakan rambut. Oleh karena itu sebelum dan sesudah melakukan pewarnaan, diharapkan seseorang menjaga kesehatan rambutnya dengan sederet perawatan.
"Semakin terang warna rambut yang dipilih, maka proses kimia yang dibutuhkan akan semakin merusak rambut. Jadi kalau rambut nggak sehat maka risikonya bisa patah, hancur, rusak saat diwarnai, apalagi kalau yang melakukan bukan profesional," sambung Irwan.
Menurut Nitya, setiap penata rambut di salon memiliki kemampuan mendiagnosis jenis rambut sehingga dapat dilakukan perawatan yang tepat sesuai kerusakannya.
"Penata rambut nanti akan menentukan kerusakan pada batang rambut klien, masuk kategori rusak biasa, sedang atau justru rusak parah. Jenis perawatan pun disesuaikan dengan tingkat kerusakannya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim
-
Kenapa Banyak Perempuan Takut Mulai Lari? Kisah di Balik Komunitas Kind Pace
-
Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Kisah Kelam Perempuan Indonesia di Era Pendudukan Jepang
-
UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK
-
Janda-janda di Gaza, Terpaksa Cerai Khulu Tak Tahan Hidup Makin Susah di Tengah Perang
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan