Lifestyle / Female
Jum'at, 09 Januari 2026 | 16:53 WIB
Perawatan Kerontokan dan Ketombe, Onsen Hair & Scalp Therapy di Dermies Max Aesthetic Clinic by ERHA (Suara.com/dinda)
Baca 10 detik
  • Dermies Max Aesthetic Clinic by ERHA membuka klinik ke-11 di Kemang, Jakarta Selatan, menawarkan Onsen Hair & Scalp Therapy.
  • Perawatan Onsen Scalp & Hair Therapy ini terinspirasi dari ritual Jepang, meliputi 13 langkah fokus pada kesehatan kulit kepala mendalam.
  • Klinik ini menjawab permintaan konsumen urban akan solusi perawatan medis teruji, sejalan pertumbuhan pesat industri klinik kecantikan.

Suara.com - Di tengah menjamurnya ribuan klinik kecantikan dan perawatan rambut di Indonesia, kebutuhan masyarakat urban terhadap klinik yang tidak hanya modern, tetapi juga memiliki pendekatan medis dan pengalaman yang benar-benar teruji, semakin menguat. 

Pertumbuhan industri klinik kecantikan yang mencapai 60 persen dalam lima tahun terakhir dan diproyeksikan menembus 5.000 klinik pada akhir 2025 membuat konsumen kini lebih kritis, tidak lagi sekadar mencari tren, tetapi solusi perawatan yang menyentuh akar masalah. 

Di tengah situasi ini, perawatan berbasis ritual dan teknologi seperti Onsen Scalp & Hair Therapy yang terinspirasi dari Jepang mulai menjadi tren baru karena menawarkan relaksasi sekaligus perbaikan kesehatan rambut secara menyeluruh.

Tren tersebut kini dihadirkan secara medis dan profesional melalui Onsen Hair & Scalp Therapy di Dermies Max Aesthetic Clinic by ERHA, yang baru saja membuka flagship clinic ke-11 di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. 

Terinspirasi dari ritual onsen Jepang, perawatan ini memadukan water calming treatment, analisis kulit kepala, hingga rangkaian pembersihan dan nutrisi rambut dalam satu sesi komprehensif. 

Perawatan Kerontokan dan Ketombe, Onsen Hair & Scalp Therapy di Dermies Max Aesthetic Clinic by ERHA (Dok. Istimewa)

Onsen Scalp & Hair Therapy terdiri dari 13 langkah dalam satu rangkaian, mulai dari scalp & hair analysis, dry guasha cleansing, deep cleansing hair wash, scalp massage, onsen head wash, comforting hair wash, hingga perfecting serum application.

Kemudian, perawatan akan dilanjutkan dengan relaxing welcome massage, scalp exfoliating, ultra nourishing hair treatment, hair steaming & hand massage, softening hair treatment, serta final scalp & hair analysis.

dr. Cynthia Ayuningtias, Anti Aging, Healthy Scalp & Hair Expert ERHA Clinic Group, menjelaskan bahwa konsep ini bukan sekadar cuci rambut, melainkan sebuah ritual perawatan yang menyasar kesehatan kulit kepala secara mendalam. 

“Salah satu treatment eksklusif kami adalah Onsen Hair dan Scalp Therapy, ritual Jepang autentik yang kombinasikan scalp care dengan deep relaxation,” jelas dr. Cynthia Ayuningtias pada Hops.ID di Dermies Max Kemang pada Kamis, 8 Januari 2026.

Baca Juga: 7 Sampo Selsun untuk Atasi Ketombe dan Rambut Rontok, Mana yang Paling Efektif?

Ia juga memaparkan bahwa metode mencuci rambut ala Jepang yang menjadi dasar dari terapi ini sebenarnya sederhana, tetapi sangat tepat secara ilmiah. 

“Bilas rambut pakai air hangat suam-suam kuku minimal 1-2 menit dulu. Ini udah angkat kotoran dan excess oil tanpa effort ekstra. Tuang shampoo ke telapak tangan, baru deh apply ke scalp, jangan langsung siram ke batang rambut. Pijat lembut pakai ujung jari gerakan circular kecil. Boost sirkulasi darah tanpa bikin iritasi,” ujarnya. 

Menurut dr. Cynthia, banyak pasien yang merasakan perubahan nyata setelah rutin melakukan metode ini. Ketombe berkurang, gatal reda, rambut rontok menurun, dan rambut terlihat lebih sehat serta glowing secara alami. Ia juga menegaskan bahwa pendekatan ini tidak bergantung pada produk mahal. 

“Metode ini work dengan shampoo apa aja, nggak perlu beli produk mahal. Budget-friendly banget! Gosok agresif justru rusak barrier scalp, sementara pijat gentle ini nourish folikel dan jaga minyak alami. Metode mencuci rambut ala Jepang bukanlah obat mujarab, tetapi perubahan kesadaran dalam cara kita perawat kulit kepala dan rambut.”

Kehadiran Onsen Scalp & Hair Therapy di Dermies Max Kemang juga menjadi bagian dari strategi klinik ini untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin besar akan layanan estetika dan perawatan berbasis medis. 

Pasar estetika medis Indonesia sendiri diproyeksikan tumbuh dari US$257 juta pada 2023 menjadi US$1,45 miliar pada 2030, dengan Gen Z dan Milenial sebagai motor utama pertumbuhan. 

Load More