Suara.com - Kita semua meyakini bahwa perempuan dan laki-laki diciptakan untuk saling melengkapi. Tapi tentu saja yang namanya hubungan pasti memiliki pasang surut.
Namun setidaknya Anda bisa menghindari pertikaian dengan pasangan jika menjauhi beberapa kesalahan berikut, seperti disarankan oleh Psikolog dan Hypnotherapist dari India, Dr Rashi Ahuja seperti dilansir Times of India.
1. Jangan memberikan semua untuk si dia
Memberi memang merupakan hal yang baik untuk dilakukan, terlebih dalam suatu hubungan. Bahkan sudah sepatutnya pasangan saling memberi kasih sayang sehingga hubungan yang langgeng bisa dicapai. Tapi jangan memberikan seluruh yang Anda punyai demi pasangan. Pasalnya, hal ini akan membuat pasangan menjadi seenaknya dan bisa melakukan apa yang mereka inginkan dari hidup Anda.
2. Jangan jadikan pasangan sebagai satu-satunya prioritas hidup Anda
Perempuan yang dimabuk cinta cenderung memberikan terlalu banyak perhatian untuk pasangannya sehingga lupa membagi waktu untuk menyenangkan dirinya sendiri. Bahkan dalam banyak kasus, memprioritaskan pasangan membuat seseorang kehilangan sahabat bahkan keluarganya.
3. Jangan terlalu mudah memaafkan si dia
Anda boleh saja begitu mencintainya, tapi jangan terlalu mudah untuk memberi maaf ketika si dia melakukan kesalahan, apalagi jika diulangi untuk kesekian kali.
4. Jangan habiskan seluruh waktu dengan pasangan
Sebelum menikah, Anda mungkin memiliki seabrek kegiatan positif dan memiliki jadwal rutin bertemu sahabat-sahabat Anda. Pasangan yang baik tak akan keberatan memberi kesempatan bagi Anda untuk terus mengembangkan diri dan bertemu sahabat-sahabat Anda.
5. Jangan berhenti merawat diri sendiri
Menjadi seorang istri atau ibu dari anak-anak Anda dan suami bukan menjadi penghalang bagi Anda untuk terus merawat diri. Anda harus tetap memiliki waktu untuk berolahraga atau sekadar memanjakan diri ke salon. Tubuh Anda yang cantik dan menawan juga akan memuaskan si dia dan tentunya diri Anda sendiri.
6. Jangan menggantungkan finansial Anda hanya dari pasangan
Meski lelaki memiliki tanggung jawab untuk menafkahi istri, namun Anda tak boleh hanya bergantung dengan pasangan. Perempuan sangat dianjurkan untuk mandiri secara finansial sehingga membuat Anda bebas untuk mengembangkan diri.
7. Jangan terlalu emosional dengan pasangan
Jika menghadapi pertikaian dengan pasangan, Ahuja menyarankan agar perempuan menahan diri. Sebaliknya ia menyarankan agar perempuan menjaga komunikasi dengan baik terhadap pasangan sehingga tidak sampai ke pertikaian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
3 Shio Diprediksi Paling Hoki pada 2-8 Februari 2026, Siapa Saja?
-
5 Arti Mimpi Dikejar Hantu, Apakah Sebuah Pertanda Buruk?
-
6 Deterjen Antibakteri agar Baju Tak Bau Apek di Musim Hujan, Mulai Rp14 Ribuan
-
7 Sepatu Lari Lokal Anti Air Senyaman On Cloud Ori, Harga Mulai Rp400 Ribuan
-
Apa Itu Saham Blue Chip? Kenali untuk Investasi Jangka Panjang
-
Cek Jadwal Libur Awal Ramadhan 2026 Anak Sekolah SD-SMA di Berbagai Provinsi!
-
7 Produk Wardah Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas, Kulit Jadi Cerah dan Muda Lagi
-
Bacaan Niat Puasa Nisfu Syaban Sekaligus Ayyamul Bidh, Ini Hukum Menggabungkannya
-
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
-
4 Moisturizer Lokal yang Mengandung Kolagen untuk Mengencangkan Kulit Kendur Usia 50-an