Suara.com - Festival Lima Gunung XV/2016, Selasa (19/7/2016) resmi dibuka di Candi Gunung Wukir, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sesajian "pala kependhem" menjadi tema utama dalam pesta kebudayaan oleh seniman petani itu.
Ratusan orang, terutama kalangan seniman petani Komunitas Lima Gunung dengan berbagai kelompok seniman, pemerhati budaya, dan warga setempat yang menjadi jejaring komunitas itu, menjalani prosesi pembukaan festival tahunan secara mandiri atau tanpa sponsor, di candi yang masuk Dusun Carikan dan Canggal, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.
Dengan mengenakan pakaian serba warna putih dan hitam membawa berbagai sesaji, terutama pala kependem, seperti singkong, umbi, tales, gembili dalam prosesi ritual secara khidmat dan tanpa tabuhan riuh alat musik.
Arak-arakan dimulai dari halaman rumah warga Dusun Carikan menuju puncak bukit setinggi sekitar 335 meter dari permukaan air laut, yang dikenal sebagai Gunung Wukir, tempat reruntuhan candi era Mataram Kuno tersebut.
Sesajian lainnya yang mereka bawa, antara lain, berbagai sayuran panenan petani di Kabupaten Magelang yang dikelilingi lima gunung, yakni (Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh), ingkung, ayam jantan dan betina, dupa, air, bunga mawar warna merah serta putih.
Festival Lima Gunung XV berlangsung mulai 19 hingga 24 Juli 2014 di kawasan antara Gunung Merapi dan Merbabu di Dusun Keron, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang dengan melibatkan sekitar 50 grup kesenian Komunitas Lima Gunung, kelompok-kelompok kesenian di desa-desa sekitarnya, serta beberapa grup dari sejumlah kota besar lainnya, dalam tema "Pala Kependhem".
Festival ini akan diramaikan dengan berbagai pentas kesenian tradisional dan kontemporer, performa seni, pameran seni rupa, peluncuran buku Komunitas Lima Gunung "Jawadwipa Kependhem", kirab budaya, dan pidato kebudayaan oleh para tokoh.
Dusun Keron yang menjaid tuan rumah, telah dihiasi dengan berbagai instalasi berbahan alam dan dua panggung pertunjukan oleh warga dusun setempat yang menghidupi kesenian petani dalam Sanggar Saujana pimpinan Sujono.
Candi Gunung Wukir yang di candi utamanya masih terdapat satu yoni dengan tiga reruntuhan candi perwara adalah peninggalan era Mataram Hindu. Pada 1879, di candi itu ditemukan Prasasti Canggal berangka tahun 654 Saka atau 732 Masehi. Angka tahun tersebut menunjuk masa kepemimpinan Raja Sanjaya, keturunan Ratu Shima (674 s.d. 689 Masehi).
Prasasti yang kini disimpan di Museum Nasional di Jakarta itu menorehkan catatan tentang masyarakat yang hidup makmur, tenteram, patuh terhadap aturan, dan kepemimpinan yang bermartabat.
Ihwal itulah kiranya menjadi inspirasi para seniman petani Komunitas Lima Gunung untuk merumuskan tema besar festival mereka tahun ini sebagai "Pala Kependhem".
Bahwa nilai-nilai hidup bersama dan keadaan masyarakat yang sejahtera pada masa lalu, telah lama terpendam meskipun tidak mati. Mereka menemukan dalam simbolisasi tanaman pertanian mereka "pala kependhem" yang hidup, tumbuh, dan berbuah di dalam tanah hingga siap dipetik, menjadi suri teladan kehidupan para era kini.
Berita Terkait
-
Festival Budaya Indonesia Hadir di Turki, Tampilkan Kekayaan Tradisi 2 Negara
-
Merayakan Keberagaman Melalui Pesta Budaya
-
Asal-Usul Lumpia Semarang, Salah Satu Warisan Budaya Nusantara yang Diakui UNESCO
-
Gali Potensi Ekonomi Adat dan Budaya, Ganjar Temui Raja-raja se-Nusantara
-
Mengintip Kemeriahan Festival Lima Gunung di Lereng Gunung Andong
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Gak Perlu Mahal! Ini 3 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong
-
3 Shio yang Paling Beruntung Minggu Ini 4-10 Mei 2026, Pintu Kesuksesan Terbuka Lebar
-
Terpopuler: 5 Serum Malam Hempas Flek Hitam Usia 50, Parfum Aroma Mint untuk Cuaca Panas
-
Super Kawaii! Koleksi Kaus Monchhichi Ini Siap Bikin Gaya Santai Makin Gemas
-
Alasan Thai Milk Tea dan Brown Sugar Milk Kini Jadi Favorit di Kalangan Anak Muda
-
Gusti Bhre Suguhkan Royal Dinner Mangkunegaran 2026: Sajian Kuliner Mewah Sarat Filosofi
-
Lifestyle Hub Baru di Gading Serpong, Hunian dan Kawasan Komersial yang Terintegrasi
-
4 Shio Paling Hoki 4 Mei 2026, Peluang Karier dan Rezeki Melesat
-
Urutan Skincare Glad2Glow Pagi dan Malam untuk Wajah Glowing
-
Berapa Skor TOEFL untuk LPDP? Kini Ada Tambahan Pembekalan dari TNI