Suara.com - Pantai Pulau Merah yang menjadi salah satu andalan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur untuk menarik wisatawan. Oleh Bupati Banyuwangi, Azwar Anas Pulau Merah gencar dipromosikan melalui kompetisi selancar berskala internasional.
Pasalnya pulau yang eksotis itu diproyeksikan menjadi titik lokasi baru bagi para penggemar selancar, selain Pantai Plengkung (G-Land) yang sudah lama dikenal turis mancanegara.
Hamparan pasir yang luas dengan air yang jernih dan pemandangan yang eksotis, Pulau Merah itu berjarak sekitar 60 kilometer dari pusat kota Banyuwangi dan memiliki gugusan pulau yang seakan-akan membentengi bibir pantai. Ketika sore hari, pulau itu tampak memantulkan cahaya sehingga pantai berwarna kemerahan.
"Selain itu, desiran ombak di Pulau Merah menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik dalam maupun luar negeri, terutama mereka yang hobi berselancar karena ombak di pantai tersebut sangat menantang," ujar salah seorang pengelola pariwisata di sana.
Pulau yang memiliki banyak payung berjemur warna merah itu masuk ke dalam salah satu nominasi penghargaan wisata PBB dan kegiatan surfing kelas dunia juga digelar di sana. Tidak heran perlahan-lahan pulau tersebut ramai dikunjungi.
Di balik keindahan Pulau Merah menyimpan harta karun yang tak ternilai, yakni di Gunung Tumpang Pitu yang memiliki kandungan emas dan siapa pun tentu akan tergiur melihat harta karun tambang emas yang tersembunyi di Gunung Tumpang Pitu karena berdasarkan penelitian kandungan emasnya dinilai terbaik di dunia.
Sayang, beberapa hari terakhir Pulau Merah tercemar oleh banjir lumpur. Air pantai yang biasanya terlihat bening, kini menjadi keruh dan cokelat sehingga beberapa wisatawan asing dan domestik terpaksa membatalkan aktivitasnya untuk berselancar karena tidak memungkinan untuk berolahraga surfing tersebut.
Anggota Kelompok Masyarakat (Pokmas) Pulau Merah Yogi Turnando mengatakan bahwa lumpur menggenangi air laut Pulau Merah sebenarnya sudah lama, sejak 26 Juni 2016. Namun, lama-kelamaan makin keruh dan terjadi banjir lumpur hingga menerjang permukiman warga.
"Kami menduga banjir lumpur tersebut karena aktivitas penambangan emas di kawasan Tumpang Pitu yang menyebabkan hutan di kawasan setempat gundul sehingga air bercampur tanah langsung turun ke muara sungai saat hujan deras mengguyur di kawasan setempat," tuturnya.
Ia mengatakan bahwa sungai-sungai yang kecil itu tidak mampu menampung air hujan beserta lumpur dari Tumpang Pitu sehingga masuk ke muara sungai hingga menuju ke laut di Pantai Pulau Merah yang menjadi salah satu andalan wisata Banyuwangi.
"Kalau hal ini dibiarkan terus, permukiman penduduk di sekitar Pulau Merah juga terancam dan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara akan turun. Hal ini akan memengaruhi pendapatan sektor pariwisata yang sudah dikelola dengan baik oleh masyarakat di sekitar Pulau Merah," katanya.
Berita Terkait
-
Cara Mengatasi Kulit Belang akibat Jalan-jalan Seharian saat Liburan, Bisa Pakai Bahan Alami
-
5 Rekomendasi Sepatu Futsal yang Bisa Dipakai untuk Jalan-Jalan, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
Liburan Keluarga Hemat, Ini 5 Mobil Bekas Rp40 Jutaan, Muat Banyak, Irit Bensin
-
Fakta Baru Kasus Anak Kasi Propam Tapsel: Wanita di Mobil Ternyata Pacar, Bukan Guru
-
Kesempatan Langka Buat Pria, Belanja Skincare Bisa Jalan-Jalan Gratis ke Italia dan Nonton MotoGP
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Timothy Ronald Kupas Cara Raditya Dika Mengelola Investasi demi Kebebasan Finansial
-
6 Lipstik Matte yang Minim Transfer dan Ringan di Bibir, Murah Mulai Rp20 Ribuan
-
5 Rekomendasi Dehumidifier untuk Serap Kelembapan, Harga di Bawah Rp1 Juta
-
3 Zodiak yang Hidupnya Makin Lancar Setelah 12 Januari 2026
-
Seni Olfaktori: Mengunci Mood Lewat Aroma Dessert yang Bisa Dimakan
-
5 Shio Paling Hoki pada 12-18 Januari 2026, Pintu Rezeki Terbuka Lebar
-
Terpopuler: Alasan Aurelie Moeremans Gratiskan Buku Broken Strings hingga Bahaya Child Grooming
-
6 Shio Paling Beruntung 12 Januari 2026, Awal Pekan Panen Hoki
-
Detektif Jubun Bongkar Rahasia Gelap Money Game Syariah: Waspada Riba Berkedok Surga
-
5 Water Heater Low Watt Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Keluarga Minimalis