Sekretariat ASEAN dan ASEAN Foundation berkolaborasi melalui pameran karya seni modern dan kontemporer yang berjudul ASSEMBLAGE: REFLECTIONS ON ASEAN, bekerja sama dengan PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia), Art Agenda, S.E.A., dan DayaLima, dalam perayaan emas ASEAN tahun ini. Pameran tematik, yang merupakan kali pertama diadakan di Galeri ASEAN – mempersembahkan perjalanan transformasi dan kemajuan yang dilakukan oleh negara anggota ASEAN dan masyarakatnya.
Pameran ini menampilkan lebih dari 20 karya seni, yang dimiliki oleh kolektor pribadi, Sekretariat ASEAN, serta instalasi seni patung hasil kreatifitas seniman kontemporer Indonesia, Hendra Priyadhani. Hendra Priyadhani (lahir 1981) adalah salah satu seniman kontemporer berbakat masa kini. Karya seninya menggabungkan benda-benda yang ditemukan dari berbagai sumber, dan menggambarkan simbol peleburan budaya dan ekonomi yang mendefinisikan ragam karakteristik Asia Tenggara. Sebelumnya, Priyadhani telah mempelajari karya-karya seni modern yang akan dipamerkan untuk mengartikulasikan lebih dalam konsep visual, dan naratif yang dihasilkan oleh seniman-seniman dari generasi sebelumnya.
Pameran akan dibuka dengan penjajaran dua lukisan besar yang diciptakan pada tahun 1962; yaitu hasil karya seniman Indonesia Amrus Natalsya, dan seniman Filipina Vicente Silva Manansala. Dua lukisan ini mengekspresikan dua perspektif yang berbeda mengenai sejarah Asia Tenggara: karya Natalsya menggambarkan sejarah masa lalu, realita kebutuhan masyarakat dan manusianya, sedangkan karya Manansala menggambarkan visi masa depan yang didorong oleh industri dan teknologi.
Selama beberapa dekade, penggambaran mengenai masyarakat dan kehidupan di wilayah Asia Tenggara kerap menjadi tema lukisan para seniman asalnya. Esensi kemurnian suasana pedesaan di wilayah ini pun sering ditonjolkan. Seniman Thailand Damrong Wong-Uparaj menyajikan pemandangan pedesaan yang memukau dalam keheningan, sementara semangat gotong royong menjadi pilihan tema seniman Malaysia, Khaw Sia, yang turut mengusung nilai-nilai kehidupan bermasyarakat di wilayah ini. Pada tahun 1990an, seniman seperti Mohammed Din Mohammad dari Singapura dan Pacita Abad dari Filipina mengulas isu sosial dan politik yang dituangkan melalui karya seni lukisan ekspresif, menegaskan perkembangan lukisan abstrak dan naratif.
"Sekretariat ASEAN bangga dapat turut berpartisipasi dalam pameran seni perdana, hasil kolaborasi dengan para mitra terhormat untuk mempersembahkan ragam karya seni yang mewakili ASEAN. Kami berharap melalui inisiatif ini, kami dapat lebih mempererat hubungan antar masyarakat ASEAN," ujar Lee Yoong Yoong, Director, Community Affairs Directorate, Community and Corporate Affairs Division dalam keterangan resmi, Jumat (28/7/2017).
“Sebagai badan ASEAN yang menghubungkan anggotanya, kami senang dapat turut terlibat dalam inisiatif ini, dan menyambut antusiasme publik di ASEAN Gallery untuk menikmati hasil karya seniman-seniman ASEAN. Pameran Assemblage: Reflections on ASEAN mengajak masyarakat untuk menghargai kekayaan dan keragaman ASEAN, dan menggarisbawahi pentingnya menjaga keragaman dengan mempererat hubungan masyarakat ASEAN di masa lalu, hari ini, dan tentunya untuk masa depan,” ujar Elaine Tan, Executive Director ASEAN Foundation.
Kevin Lam, Presiden Direktur UOB Indonesia mengatakan, “Sebagai bank terkemuka di Asia, kami berkomitmen untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan serta membuat perbedaan di komunitas tempat kami beroperasi, melalui fokus kami dalam bidang pendidikan, anak-anak dan seni. Kami percaya bahwa seniman memiliki peranan penting dalam keberlangsungan masyarakat lintas generasi, dan membantu mereka agar menghargai keragaman budaya."
Assemblage: Reflections on ASEAN berlangsung mulai 28 Juli hingga 31 Agustus 2017 di ASEAN Gallery, bertempat di Jalan Sisingamangaraja 70A, Jakarta. Pameran dibuka pada hari Senin hingga Jumat, pukul 10.00 hingga 16.00, dan tidak beroperasi pada hari Sabtu, Minggu dan libur nasional. Pameran ini terbuka untuk umum dan tidak dikenakan biaya masuk. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi Nindia Pertiwi di +62 (21) 7262991 ext. 115
Baca Juga: Bank UOB Indonesia Prediksi PDB RI Tumbuh 5,2 Persen
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
3 Rekomendasi Genset 500 Watt yang Bisa Dipakai di Rumah, Solusi saat Pemadaman Listrik
-
Lebih dari Sekadar Pertandingan: Ketika Euforia Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Generasi Urban
-
5 Face Wash Anti-Aging untuk Kurangi Kerutan Usia 40 Tahun agar Wajah Tampak Muda
-
Ciri-Ciri Sunscreen Kedaluwarsa, Ini Risikonya kalau Tetap Dipakai
-
9 Penyebab Kulkas Berbunyi Dengung, Lengkap Panduan Rawat Elektronik Rumah Tangga
-
Berapa Suhu AC Ideal agar Tidak Boros Listrik? Ini Trik biar Tagihan Tetap Hemat
-
3 Serbuk Anti-Sumbat Saluran Air, Solusi Pipa Mampet Akibat Rambut
-
5 Air Cooler yang Dingin dan Hemat Listrik, Bikin Ruangan Sejuk Maksimal
-
3 Skincare Marina Bright Booster Harga Rp20 Ribuan, Pengguna Akui Ampuh Cerahkan Wajah
-
Gaji UMR Beli Sepatu Running Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Versi Dokter Tirta