Suara.com - Indonesia memang dikenal kaya keberagaman kuliner Nusantara. Bahkan, masakan telah dianggap sebagai bagian penting dari Mahakarya Indonesia, karena faktor kearifan lokal yang terkandung di dalamnya, mulai dari orisinalitas bahan, bumbu hingga pada teknik penyajiannya.
Karena itu, agenda tahunan Santap Mantap Day kembali diadakan untuk merayakan sekaligus menjaga eksistensi keberagaman kuliner Nusantara.
"Salah satu bentuk Mahakarya Indonesia yang sangat berharga dan harus kita jaga dengan sempurna adalah kekayaan ragam kuliner Nusantara. Terlebih lagi, banyak nilai-nilai luhur yang patut diteladani dari berbagai pelaku usaha kuliner legendaris, seperti halnya ’Jiwa Indonesia’ yang dipegang teguh ketika menjalankan usahanya tersebut," terang pakar kuliner Tanah Air, Arie Parikesit di RM Sayur Asem Betawi H. Masa, Tangerang Selatan, Selasa (22/8/2017).
Santap Mantap Day, lanjut dia, merupakan acara yang mendukung kekayaan kuliner Nusantara yang telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keseharian rakyat Indonesia.
Salah satu gerai hidangan Nusantara yang berpartisipasi dalam agenda tahunan ini adalah Rumah Makan Sayur Asem Betawi H. Masa, di Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Usaha rumah makan sayur asem ini sangat dikenal dan termasuk ke dalam salah satu kuliner legendaris, karena telah berdiri sejak 1980 dan memiliki ciri khas. Ya, ciri khas dari menu sayur asem di rumah makan ini adalah penggunaan jengkol beweh atau jengkol yang kembali ditanam selama seminggu hingga kemudian digunakan sebagai campuran sayur asemnya.
"Awalnya dulu sekitar 1980-an dan itupun belum sebesar sekarang. Warung hanya terbuat dari bambu dengan menu sayur asem, telur ceplok dan ikan goreng saja. Mulai berkembang sejak 1996 dan lauk dari hanya dua (menu) bertambah jadi berbagai macam ikan dan tumis-tumisan," terang Mpok Yuli, pemilik sekaligus keturunan kedua dari usaha RM Sayur Asem Betawi H. Masa.
Yuli mengatakan, keberhasilan dari rumah makan yang dikelolanya adalah berkat kegigihan, dari orangtua baik H. Masa maupun istrinya. "Beliau merintis dari nol, dari warung sederhana menjadi warung yang sudah berkembang. Resep bumbunya dari nenek, turun ke mamah (ibunda Yuli), mamah kemudian mengembangkan resep," tambahnya.
Santap Mantap Day 2017 digelar di 18 wilayah di Indonesia dan melibatkan 45 gerai hidangan Nusantara. "Kami percaya bahwa kesuksesan para pelaku usaha kuliner mahakarya legendaris di Indonesia tidak lepas dari nilai luhur jiwa Indonesia yang mereka jalankan, seperti RM Sayur Asem Betawi H. Masa,' jelas perwakilan Citra Anugerah Jaya, Darwan selaku pihak penyelenggara Santap Mantap Day.
Melalui gelaran Santap Mantap Day, lanjut dia, pihaknya ingin mengapresiasi nilai-nilai luhur jiwa Indonesia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara