Banyak perempuan, khususnya mereka yang berasal dari Ras Kaukasoid (kulit putih) yang bermimpi memiliki kulit cokelat tembaga yang eksotis. Untuk mewujudkan mimpi ini, mereka rela melakukan berbagai usaha untuk melakukan tanning, mulai cara alami dengan berjemur hingga menggunakan perawatan 'tanning ke salon.
Bukan rahasia umum jika usaha-usaha yang mereka lakukan sangat berisiko terhadap kanker kulit. Banyak dari kita yang sadar akan risiko terkait dengan ancaman kanker kulit, ketika menggunakan 'kapsul' tanning yang dipakai untuk membuat kulit lebih gelap.
Namun, para ahli AS juga memperingatkan, bahwa penyakit ini bukan satu-satunya bahaya kesehatan yang akan didapatkan pasien ketika mengunjungi tanning buatan. Para dermatologist juga mengingatkan bahwa mikroorganisme yang menyebabkan herpes dan penyakit menular seksual lainnya, ternyata juga merasa nyaman di tempat ini.
Jadi bagi Anda yang kerap melakukan tanning ke salon mulailah berhati-hati sejak sekarang. Mereka yang memiliki keinginan untuk mendapatkan kulit kecokelatan sepanjang tahun, juga menghadapi risiko berbagai infeksi menular seksual, termasuk herpes.
Herpes genital adalah penyakit yang sangat menular, dan bisa ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui kontak fisik. Biasanya, herpes menular melalui hubungan seks. Setelah seseorang terinfeksi virus tersebut, dia dapat menjadi aktif berkali-kali, menyebabkan wabah baru.
Dr. Don Mary Davis, dermatologist dari Mayo Clinic di Minnesota menekankan, virus herpes genital dan bakteri lain akan merasa nyaman berada di solarium, meskipun bersuhu panas. Menurut dia, staphylococci, infeksi kulit, bakteri fecal, virus herpes dan human papillomavirus dapat bertahan pada suhu kapsul tanning.
Mereka berkumpul di dinding kapsul tanning dan kemudian akan pindah ke kulit manusia. Suhu yang dibuat di salon tanning tidak dapat menghancurkan infeksi, bahkan virus akan menjadi lebih kuat.
Hal ini sangat berbahaya, apalagi ketika pasien mengunjungi salon tanning dengan berkeringat. Karena keringat adalah tempat berkembang biak yang baik bagi bakteri dan virus.
"Secara teoritis, UV dapat membunuh bakteri, tetapi tidak cukup untuk membunuh mereka di salon tanning," ujar Profesor Davis.
Berita buruk lainnya, hingga saat ini belum ada obat yang ampuh menangkal infeksi ini. Selama ini dokter hanya memberikan obat untuk memerangi gejala penyakit pada saat kambuh saja.(geniusbeauty.com)
Berita Terkait
-
Sambut Awal Baru, Ed Sheeran Tampil dengan Kepala Botak usai Idap Herpes Zoster
-
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat
-
Intip Pesona 5 Pantai Eksotis di Australia Barat, Ada Spa Alami di Tengah Karang
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Menyoal Label Eksotis: Warisan Kolonial dalam Standar Kecantikan Modern
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan