Suara.com - Presiden Joko Widodo mempromosikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika, Nusa Tenggara Barat melalui "vlog" pribadinya di Youtube.
Vlog berdurasi 1 menit 27 detik itu dibuka dengan gambar matahari terbit di salah satu pantai Mandalika, kemudian memperlihatkan keindahan Mandalika dari atas.
"Hari ini saya berada di kawasan ekonomi khusus Mandalika di Nusa Tenggara Barat. Bersama saya bapak Gubernur NTB," kata Presiden Jokowi yang berkemeja putih, didampingi oleh Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi yang juga berkemeja putih dan berpeci hitam di pantai Kuta Mandalika.
Presiden memang meresmikan KEK Mandalika pada 20 Oktober 2017 yang rencananya akan menyerap 58 ribu tenanga kerja dan sudah menyerap investasi di sektor perhotelan hingga Rp13,1 triliun dan diprediksi dapat meningkat hingga 3 kali lipat.
"Saya sangat senang sekali ini adalah sebuah kawasan yang sudah 29 tahun belum selesai-selesai dan hari ini telah selesai, telah kita buka, investasi sudah masuk dan kita harapkan ini memberikan dampak yang baik kepada masyarakat di NTB. Kita lihat sebentar ini Mandalika," ungkap Jokowi dalam vlog tersebut.
Video itu lalu memperlihatkan panorama Mandalika dari atas yaitu biru air laut, para peselancar yang menikmati ombak, hamparan pasir putih, langit yang jernih, kapal yang merapat ke pantai, rumah-rumah masyarakat dengan arsitektur suku sasak hingga para penjual cenderamata "Indah sekali Pak Presiden ya," kata Zainul Majdi.
"Sangat indah sekali," timpal Presiden.
"Harapan Pak Gubernur seperti apa?" tanya Presiden.
"Terima kasih Pak Presiden, Welcome to Mandalika. Selamat datang. Mandalika sudah siap menyambut Anda, terima kasih Pak Presiden Assalamualaikum Warahmatulah Wabarakatuh," jawab Zainul Majdi.
"Saya kira semuanya berharap seperti yang disampaikan Pak Gubernur. Rakyat bisa menikmati adanya investasi yang masuk dan dampak kesejahteraan itu akan kelihatan. Terima kasih Pak Gubernur," tutup Presiden.
Vlog itu ditutup dengan tulisan "Sangat banyak keindahan alam Indoensia yang belum dikethaui masyrakat internasional Indoensia tidak hanya memiliki Bali, namun juga Mandalika di Lombok salah satunya".
Vlog yang diunggal pada 20 Oktober 2017 itu sudah dilihat sebanyak 33.215 kali.
Tag
Berita Terkait
-
Presiden Jokowi Resmikan LKM Syariah di Pesantren Kempek Cirebon
-
KPA Kritik Jokowi Jangan Cuma Bagi-bagi Sertifikat Tanah
-
Menurut Jokowi, Ini yang Membuat Negara Lain Iri Pada Indonesia
-
Bubarkan Paksa Aksi Mahasiswa, Polisi Amankan 9 Orang
-
Kritik 3 Tahun Pemerintahan Jokowi, Aksi Mahasiswa Berakhir Ricuh
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, P2G Soroti Risiko Redistribusi Tak Akurat
-
9 Rekomendasi Sunscreen Cegah Flek Hitam untuk Pria
-
Netizen Vietnam Menyeramkan! PSSI Turun Tangan Lindungi Justin Hubner dan Keluarga
-
Anggaran Pendidikan Naik Rp50,9 Triliun, SD-SMP Gratis Harus Segera Direalisasikan!
-
Bikin Murka Publik! Tampang Ajudan Gubernur Maluku Serka La Rahimu yang Hina Monyet ke Mahasiswa
-
Pertalite Belum Dibatasi, Bahlil: Masih Dikaji untuk Sasar Orang Kaya
-
Saham BYAN Anjlok Parah Usai Isu Akusisi Dibantah Manajemen
-
Ulasan Moon in the Day: Kisah Dendam yang Mengikat Kehidupan Lintas Zaman
-
HP Sering Panas? Ketahui Pemicu dan Cara Mengatasinya!
-
Modus Angkat Timses Jadi Honorer Disorot, DPR Dukung Kemendagri Stop Rekrutmen Staf Pemda