Suara.com - Filter foto pada media sosial seperti Snapchat dan Instagram, memungkinkan Anda mengubah tampilan foto asli seperti menerangkan kulit, mengubah bentuk wajah sesuai seperti yang diinginkan dan membuat mata terlihat lebih besar.
Dan menurut seorang dokter, filter foto ini menyebabkan semakin banyak perempuan yang datang ke ahli bedah plastik dan meminta pembedahan dilakukan agar terlihat seperti versi filter di media sosial.
Bahkan, kata dokter kosmetik terkemuka, tren ini sudah makin berkembang dan menggantikan tren wajah mirip selebriti.
Dr Esho, dokter kosmetik di The Esho Clinic dan bintang dari E4's Body Fixers, menyebutnya sebagai fenomena "Snapchat dysmorphia."
"Sebelumnya, pasien akan datang ke klinik dengan gambar selebriti atau model yang mereka kagumi dan ingin terlihat seperti gambar tersebut," jelasnya.
"Tapi dengan diperkenalkannya platform dan filter foto di media sosial selama lima tahun terakhir, semakin banyak pasien yang datang ke klinik dengan gambar versi filter diri mereka untuk mencapai tujuan yang ingin mereka capai," tambah Dr Esho.
"Saya tidak pernah merasa senang dengan pengambilan foto, tapi menggunakan filter membuat saya merasa terlihat lebih bagus," kata Natalie (bukan nama sebenarnya), salah satu klien Dr Esho.
"Kamera Snapchat menunjukkan apa yang Anda lihat di cermin tapi menambahkan filter foto di wajah Anda dapat mengubah semuanya. Wajah Anda bisa menjadi lebih tirus, bibir Anda menjadi lebih tebal dan mata, juga bulu mata Anda bisa bertambah besar. Itu bagus," lanjut Natalie.
Baca Juga: Cantik Banget, Katrina Kaif Sampai Dituduh Operasi Plastik
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?
-
Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo