Suara.com - Musisi sekaligus dokter spesialis bedah plastik, Tompi miris dengan banyaknya artis yang menggunakan benang dan filler dalam jumlah banyak untuk memperbaiki hidung. Menurutnya ada salah kaprah dalam penggunaan filler dan benang ini.
“Makin ke sini makin salah kaprah ya, yang ditawarkan hidung mancung dengan menggunakan filler atau benang,” ucap Tompi di Shangrila Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (10/3/2018).
Ia mengaku sebenarnya injeksi filler dan benang adalah tindakan aman, asalkan dengan penanganan yang tepat dan sesuai. Lagi pula ketika orang ingin membuat hidung mancung
bukan bagian daging yang ditambahkan, melainkan bagian tulang yang ditinggikan.
"Aman kok, saya juga pakai filler dan benang, tidak berbahaya untuk tubuh manusia, tapi dalam jumlah tertentu. Asal penanganan yang tepat itu baru yang tak bermasalah,"
katanya.
Tompi mau mengajak masyarakat untuk lebih mengetahui soal perawatan kecantikan menggunakan benang dan filler ini. Supaya mereka mengerti apa itu rekonstruksi estetika,
agar tak salah memilih klinik kecantikan.
"Rata-rata mereka berangkat dari ketidaktahuan, mereka bingung mau cari pertolongan ke siapa, itu tanggung jawab kami sebagai dokter yang berada dalam bidangnya harus share ke masyarakat," tuturnya.
Pada 22 Februari lalu, Tompi mengunggah sebuah video yang menjelaskan ketika hidung seseorang di-filler atau tanam benang. Selain video, Tompi juga menuliskan sebuah kalimat:
"Hidung yang terlanjur di filler super banyak dan dibenang nggak karuan justru membuat bentuk hidung makin besar melebar. Plis don't! Penggunaan benang dan filler untuk
memancungkan hidung sering kali justru berujung masalah. Idealnya untuk meninggikan hidung, modifikasinya terhadap struktur tulang bukan jaringan lunak," tulis Tompi, di
Instagram.
Tidak hanya sekali, Tompi juga kembali membahas efek samping dari filler dan tanam benang. Menurutnya, bila salah, efeknya hidung bukan malah mancung.
Baca Juga: Jokowi Klaim Hobi Burung Gerakkan Ekonomi Rakyat Rp1,7 Triliun
"Penambahan filler atau benang hanya akan menambah ketebalan jaringan lunak dan tidak mampu menjadi penyokong proyeksi hidung. Sehingga hidung malah drop dan nggak bisa
lancip. Bentuk hidung adalah projeksi dari tulang hidung dan tulang rawannya, bukan karena ketebalan jaringan lain (kulit dan jaringan lunak bawah kulit). Jadi kalau mau meninggikan hidung atau memperbaiki bentuknya: modifikasi dilakukan dengan cara menyusun ulang posisi tulang yang ada dan bila perlu menambah tulang rawan lainm," tulis Tompi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- Emil Audero Cabut, Cesc Fabregas Blak-blakan Dibuat Kecewa Kiper Como
- Powder Foundation Wardah untuk Kulit Sawo Matang Shade Apa? Ini 5 Pilihannya
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
Pilihan
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
-
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster
-
Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
Terkini
-
Dentuman Erupsi Anak Krakatau Menggelegar Hingga 3 Provinsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
-
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sejumlah Penerbangan Lampung-Jakarta Dibatalkan
-
Ramalan Zodiak Gemini 6 September 2026: Jauhi Drama Kantor, Saatnya Isi Ulang Energi
-
Erupsi Anak Krakatau, Warga Keluhkan Mata Perih Imbas Hujan Abu Vulkanik
-
Cara Refund Tiket Pesawat di Traveloka dan Tiket.com Imbas Erupsi Krakatau
-
16 Kode Redeem FF Aktif 6 September 2026: Klaim Bundle Terbaru dan Voucher Incubator
-
Mata Perih dan Napas Sesak, Warga Serang Terdampak Hujan Abu Gunung Anak Krakatau
-
Bandara Soetta Tutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, 22.798 Penumpang Gagal Terbang Pagi Ini
-
5 Shio yang Paling Setia dan Tidak Gampang Berpaling dalam Hubungan, Punya Komitmen Kuat
-
Saat Keni Belajar Berkata Tidak