Suara.com - Perubahan cuaca nampaknya turut berpengaruh pada suasana hati. Saat cuaca memanas dan matahari menampakkan dirinya, banyak pasangan yang tinggal di negara empat musim memilih untuk 'break up' alias putus cinta sementara waktu.
Menurut psikolog Dr Danielle Forshee, peralihan musim dari dingin, semi, ke panas membuat pasangan yang sebelumnya menjalin hubungan merasa ingin lebih banyak menghabiskan waktu di luar seiring dengan meningkatnya cuaca hangat.
"Ketika musim dingin, tubuh memproduksi lebih banyak melatonin, hormon yang merespon kegelapan dan membuat Anda lelah, serta menekan produksi serotonin yang membuat kita kurang merasa bahagia," ujar Forshee seperti dilansir dari laman Independent.
Pada musim dingin tersebut, biasanya banyak orang yang memilih menghabiskan waktu dengan pasangannya untuk merasa lebih tenang dan mendapatkan kebahagiaan.
Sebaliknya, saat musim panas tiba dan sinar matahari mulai memberikan kehangatan, otak kata Forshee akan menghasilkan sedikit melatonin dan lebih banyak serotonin sehingga Anda merasa lebih bahagia dan menganggap tidak perlu berada di sekitar orang untuk memberi rasa aman dan bahagia.
"Kabar baiknya, putus saat musim panas tiba adalah waktu yang paling cepat untuk 'move on' karena Anda bisa lebih sering bersosialisasi dengan lebih banyak orang sehingga lebih mudah pula bahagia," tambah dia.
Penjelasan Forshee bukan sebatas kebetulan saja, karena Facebook juga menunjukkan data yang dihimpun pada 2010, dimana lonjakan perubahan status dari berhubungan ke putus cinta pada akun penggunanya melonjak dalam minggu-minggu peralihan dari musim dingin ke semi, bahkan ke musim panas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi