Suara.com - Olahraga beladiri taekwondo tak hanya monopoli kaum adam, tapi juga kaum hawa, salah satunya buktinya, ada Lia karina Mansur, taekwondoin asal Yogyakarta yang berprestasi.
Perempuan berusia 26 tahun ini sudah mengantongi sederet medali mulai dari skala nasional hingga internasional. Sebut saja medali emas PON Jawa Barat 2016 dan medali perak SEA Games XXVI di kelas 57 kilogram.
Pada 2012, Lia juga pernah meraih perunggu di kejuaraan Taekwondo tingkat Asia. Pun saat mengikuti ajang Jeonju Open International Taekwondo Championship di Korea Selatan beberapa tahun lalu, ia berhasil keluar sebagai runner-up.
Bagi perempuan yang akrab disapa Lia tersebut, ilmu beladiri adalah hal yang sangat penting. Pemahaman tersebut ia dapatkan berkat orangtuanya yang ingin melihat putrinya selalu merasa aman.
Lia sendiri memulai latihan beladiri taekwondo sejak usia delapan tahun. "Tadinya tidak mengarah ke atlet beladiri, tadinya cuma ikut-ikut saja, biar ada basic olahraga beladiri. Tapi ternyata pas sudah lama kok mulai suka, tertarik, dan ternyata memang berpotensi buat prestasi," kata Lia di Jakarta belum lama ini.
Meski hati tertambat pada beladiri taekwondo, Lia mengaku beberapa kali mencoba olahraga lain seperti atletik, voli, basket, berenang, hingga bulu tangkis.
"Tapi memang enggak ada yang nyantol, nggak tahu kenapa. Sebentar bosen, nggak mau latihan lagi. Terus saat ikut taekwondo, mungkin tantangan kali, ya," ujarnya bersemangat.
Bagi Lia, taekwondo adalah olahraga beladiri yang tidak terlampau ekstrem. Apalagi saat latihan dan bertanding, ia harus mengenakan pelindung tubuh yang lengkap.
"Jadi karena safety-nya itu buat perempuan lebih aman," tambah perempuan yang biasa bertanding di kelas 62 kg dan 67 kg itu.
Baca Juga: Kisah Kakek 70 Tahun Tersesat 7 Hari di Hutan Belantara Kerinci
Selain menyehatkan tubuh, hal lain yang menjadi pertimbangan Lia jatuh hati pada olahraga beladiri taekwondo adalah pendidikan sikap disiplin.
"Disiplinnya sangat terasa. Benar-benar terjadwal hidupnya dari pagi sampai malam, siang istirahat, malam latihan lagi. Jadi, memang kita me-manage waktu sangat penting. Dan itu terbawa ke kehidupan sehari-hari. Saya jadi disiplin, jadi mandiri," urainya panjang lebar.
Sebagai seorang perempuan berhijab, Lia mengaku tak mendapat banyak kesulitan. Apalagi di luaran sana, banyak atlet taekwondo perempuan yang juga berhijab.
"Secara aturan pakaian sudah ada pakemnya. Kenapa saya juga memilih taekwondo, itu olahraganya (pakaian) juga udah tertutup. Bajunya panjang, dalaman pasti pakai kaus. Jadi, bedanya cuma (ada) hijab saja," kata Lia.
Kini, ia tengah vakum mengikuti segala macam pertandingan taekwondo, karena hamil muda. Lia berharap dapat kembali mengikuti latihan dan pertandingan taekwondo meski telah memiliki buah hati.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali