Suara.com - Hobi memasak kini tak hanya dijalani kaum perempuan, tapi juga lelaki. Sebagian besar pemasak pemula biasanya mencoba meracik masakan dengan paduan bumbu instan karena dianggap lebih praktis.
Di Indonesia sangat mudah untuk menemukan bumbu masak cepat saji, salah satunya Munik. Merek bumbu yang sudah ada sejak 1994 ini bahkan telah diekspor ke berbagai negara seperti Australia, Kanada, Hong Kong, Inggris, Amerika, Singapura, hingga Selandia Baru.
Ditemui dalam peluncuran buku berjudul 'Cita Rasa Indonesia: Ekspresi Kuliner William Wongso' di Jakarta, Rabu (9/5/2018), Annisa Aulia, Marketing Communication Munik Seasonings mengatakan bahwa bahan baku pembuatan bumbu masak Munik memang sepenuhnya berasal dari Indonesia. Kini, ada lebih dari 100 varian bumbu yang diproduksi Munik untuk kebutuhan dalam negeri dan ekspor.
"Jadi memang kita punya visi yang sama dengan William Wongso dalam memopulerkan kuliner nusantara. Terbukti permintaan akan bumbu masak kami juga banyak berasal dari negara tetangga seperti Singapura dan Australia," ujar Lia.
Dari ratusan bumbu masakan Munik, Lia mengatakan bahwa bumbu rendang, sayur asem, ayam goreng, nasi goreng, dan sop buntut yang paling banyak diminati masyarakat Indonesia. Selain bumbu, Munik juga berekspansi dengan membuka restoran nusantara dengan nama yang sama dan berlokasi di Jalan Matraman Raya, Jakarta Pusat.
"Melalui restoran, kami ingin lebih merepresentasikan kuliner nusantara dalam bumbu masakan yang sudah kami produksi sejak lama," tambah dia.
Di restoran itu pula bumbu masak Munik bisa sekaligus didapatkan pengunjung. Tak hanya itu, mereka juga menerima pembelian secara online melalui situs mereka di munikseasonings.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Rahasia Puasa Nyaman: Pentingnya Sirkulasi Udara di Rumah
-
5 Kepribadian Unik Orang yang Suka Bangun Pagi Menurut Penelitian
-
9 Hal yang Membatalkan Puasa Menurut Buya Yahya, Lengkap dan Jelas!
-
Apa Niat Salat Tarawih dan Witir Sendiri? Ini Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
-
Kena Sanksi Gegara Istri, Berapa Lama Pengabdian 2n+1 Aryo Iwantoro yang Belum Diselesaikan?
-
Belajar dari Dwi Sasetyaningtyas, Bolehkah Alumni LPDP Pindah Kewarganegaraan?
-
Kronologi Lengkap Kasus Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Viral Karena 'Cukup Aku Aja WNI'
-
Cara Membuat Roti Canai yang Lembut dan Berserat, Mudah Dibuat di Rumah!
-
20 Link Gambar Ramadan Gratis yang Bisa Di-Download untuk Konten dan Desain
-
Iftar di Hotel, Tradisi Berbuka yang Kini Jadi Gaya Hidup Ramadan