Suara.com - Mantan adalah makhluk yang sering muncul dalam bayangan ketika tidak diinginkan. Misalnya saat Lebaran. Ketika Anda sedang bermaaf-maafan di tengah perayaan Idul Fitri, kemudian muncul bayangan mantan yang seakan minta dihubungi untuk dimintai maaf.
Tetapi ... haruskah minta maaf kepada mantan saat Lebaran? Kalau Anda sudah tutup buku sebaiknya tidak perlu.
Ini ada tujuh alasan untuk meyakinkan mengapa Anda tidak mesti minta maaf kepada mantan di saat sekeliling Anda tengah saling memaafkan dalam wadah silaturahmi.
1. Sudah putus
Anda dan dia sudah putus, maka tidak perlu ada hubungan apa-apa lagi. Terlebih bila saat putus Anda dan dia sudah saling meminta maaf dan memaafkan satu sama lain.
Jadi tidak perlu lagi menghubungi untuk minta maaf yang kedua kalinya.
2. Dia yang salah
Memang meminta maaf bukan berarti Anda yang salah. Tetapi untuk urusan dengan mantan, itu masih berlaku.
Dia hanya orang di masa lalu yang belum tentu jadi masa depan Anda. Jadi buat apa minta maaf kepadanya. Bahkan sudah jelas penyebab Anda dan dia putus karena kesalahan dia, maka sebaiknya Anda diam saja.
Baca Juga: Akrabnya Menteri Basuki Peluk Jonan di Open House Jokowi
3. Bikin galau
Buat Anda yang masih berharap, lebih baik nggak perlu menghubungi mantan untuk minta maaf. Kalau Anda nekad, nanti malah bikin galau.
Apa pun respon mantan, dijamin bikin galau. Bila dia membalas dengan nada datar, Anda bakal makin hopeless. Tetapi kalau balasannya memberi harapan, siapa tahu dia cuma PHP. Dan, lebih nyesek lagi kalau nggak dia nggak balas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?
-
Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo
-
Pelabuhan Diminta Seaman Bandara, DPR Dorong Pemisahan Kapal Barang dan Penumpang