Suara.com - Datang ke nikahan mantan memang berat. Tak terbayang rasanya melihat orang yang dicintai menikah dengan orang lain. Namun, untuk membuktikan bahwa Anda sudah move-on, rela, dan ikhlas melihat mantan menikah dengan orang lain, maka boleh saja datang ke pernikahannya jika diundang, dan ucapkan "selamat”.
Tetapi, kalau belum benar-benar kuat dan siap mental, sebaiknya jangan nekat datang ke pernikahan mantan. Sebab, mungkin saja Anda akan melakukan sesuatu yang tidak disadari, dan tindakan itu menunjukkan kalau Anda sedang frustasi berat akibat ditinggal mantan menikah.
Seperti yang dialami pria ini. Lewat sebuah video diunggah akun Instagram @newstijenmemperlihatkan tayangan ada seorang pria sedang duduk termenung saat datang ke pernikahan. Sambil duduk di bawah tenda yang menghadap ke pelaminan, pria tersebut mencoba menikmati acara resepsi pernikahan mantan sambil makan pisang.
Dalam tayangan tersebut tampak si pria memegang rokok dan pisang, di tangan kiri. Kemudian ia membuka kulit pisang satu persatu untuk dimakan dengan tangan kanan. Ia tidak sadar kalau ada orang yang merekam gerak-geriknya. Dan benar saja ada kejadian lucu yang dilakukan pria tersebut.
Ketika kulit pisang sudah terbuka, ia bukan memakan pisangnya, namun malah memakan kulit pisang dengan ekspresi wajah yang masih dalam keadaan termenung. Orang yang merekam video tersebut awalnya membiarkan pria tersebut memakan kulit pisang, namun ia tak sanggup menahan geli ketika pria yang frustasi masih tak sadar kalau yang dimakan adalah kulit pisang
Setelah beberapa lembar kulit pisang masuk ke mulut dan tertelan, orang yang merekam video tertawa, barulah pria itu sadar kalau ia telah memakan kulit pisang. Sontak, ia langsung mengeluarkan kulit pisang yang masih dikunyah dan membuang sisa pisang di tangannya.
Melihat kejadian itu, banyak warganet tertawa menyaksikan video konyol tersebut. Sebagian netizen benar-benar terhibur, tetapi ada juga yang kasihan melihat nasib pria yang ditinggal mantan menikah tersebut. Tanggapan mereka pun beragam.
“Mungkin pesan tersembunyi dari makan pisang itu adalah aku yg merawat luarnya dia yg dapat dalamnya,” tulis salah seorang netter.
“Nah loh tebalik masss,” dari akun lainnya.
Baca Juga: Tukar 1.000 Dolar AS ke Rupiah, Sandiaga Uno: Ini Pencitraan
Kemudian yang lain menambahkan, “Sabar teng ditinggal dedek,”
So, siapkan mental sekuat baja ya guys jika Anda ingin datang ke pernikahan mantan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?