Suara.com - Masih dari kawasan Raja Lima, Nusa Penida kali ini kita melongok kecantikan pantai Atuh di Nusa Penida. Berbeda dari Diamond Beach yang jalan menuju pantainya baru dibuka di 2018 ini, Atuh Beach sudah cukup populer dan kini menjadi salah satu tujuan wisata yang melancong ke Nusa Penida.
Pantai Atuh atau Atuh Beach posisinya bersebelahan dengan Diamond Beach. Dari tempat parkir, jika Diamond Beach ada di sebelah kanan, Atuh Beah berada di sisi kiri.
Namun untuk mencapai Atuh Beach, usahanya hampir sama dengan ketika ketika menuju Diamond Beach. Kita harus menuruni tebing yang cukup curam dengan menyusuri anak tangga.
Namun meski cukup tinggi dan curam, namun tangganya cukup lebar dan di sepanjang sisi tangga disertakan tambang untuk perpegangan. Dibutuhkan waktu sekitar 5-10 menit untuk sampai ke pantai.
Dari tangga, kita sudah bisa menikmati cantiknya Pantai Atuh dari ketinggian. Warna air laut yang biru dan jejeran payung serta kursi panjang di sepanjang pantai membuat kita ingin buru-buru sampai ke pantai.
Setelah turun dari bukit dari sampai di pantai, rasa lelah langsung hilang ketika kaki kita menginjakkan pasir putih dan melihat birunya air pantai. Jernihnya air pantai membuat kita ingin langsung menceburkan diri.
Mandi atau berenang di Atuh Beach cukup aman. Pantai tersebut cukup landai hingga berjarak sekitar 20 meter. Ombak di pantai ini juga sangat kecil, atau hampir tak ada sehingga tak perlu takut untuk berenang.
Di sepanjang pantai berdiri warung-warung atau kafe kecil. Kita bisa menyewa kursi panjang serta payung untuk berlindung dari panas. Juga tersedia aneka jenis makanan berat hingga cemilan. Juga minuman tersedia aneka minuman kemasan dan tentu saja, kelapa muda.
Baca Juga: Diamond Beach, Pantai Baru Nan Memesona di Nusa Penida
Anda yang ingin berenang tak perlu khawatir untuk berbilas. Di Atuh Beach tersedia beberapa kamar mandi yang cukup bersih.
Makin penasaran untuk menjelajahi Nusa Penida kan? Yuk cek booking pesawat dan hotelnya di Pegipegi.com.
Berita Terkait
-
Susuri Rute Eksotis Sanur, Ribuan Pelari dari 13 Negara Bersaing di CK Run 2026
-
Bali Dijual untuk Dunia, tetapi Semakin Sulit Dijangkau Orang Lokal
-
500 Tukik Penyu Kembali ke Laut, Wisata Konservasi Bali Makin Diminati
-
Maling Ayam Dikeroyok hingga Tewas, Mengapa Koruptor Tak Diperlakukan Sama?
-
2 Warga Belanda Dilarang Masuk Indonesia Usai Gelar Event Lari Khusus Bule
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan