Suara.com - Diamond Beach di Nusa Penida masih dalam satu kawasan dengan Molenteng / Raja Lima / Seribu Pulau. Namun pantai ini tengah menjadi primadona karena menawarkan keindahan pantai yang teramat cantik.
Yang menarik, baru pada 2018 Diamond Beach dibuka akses jalannya menuju pantai. Sebelumnya, keindahan pantai Diamond Beach hanya bisa dinikmati dari ketinggian.
Untuk mencapai Diamond Beach, kita hanya butuh waktu sekitar lima menit dari Molenteng menggunakan kendaraan roda dua atau empat. Sama seperti Molenteng, wisatawan yang akan memasuki wilayah ini dikenakan harga tiket Rp 5 ribu per orang untuk turis lokal dan Rp 10 ribu untuk turis asing. Sedangkan untuk parkir mobil cukup membayar Rp 10 ribu dan Rp 5 ribu untuk sepedamotor.
Hanya sekitar 20 meter dari area parkir, kita sudah bisa melihat Diamond Beach yang berada di sisi kanan, dari atas bukit.
"Diamond Beach ini baru dibuka akses jalannya di 2018 ini oleh warga sini. Sekarang Diamond Beach jadi salah satu spot paling dicari wisatawan di Nusa Penida," kata Putu Reza, travel guide dalam acara Media Trip Jelajahi Indonesiamu bersama Pegipegi, baru-baru ini.
Mata kita pun langsung dimanjakan dengan gugusan pulau kecil, birunya air laut serta pasir putih di sepanjang pantai.
Beruntung karena mulai 2018, akses jalan menuju pantai sudah dibuka oleh warga setempat. Jalan tersebut dibuat dengan memotong dinding bukit batu dengan ketinggian sekitar 25 meter.
Untuk bisa melewati tangga jalan memang dibutuhkan stamina ekstra. Bagi anak kecil dan orang renta tak disarankan untuk menuruni jalan ini, karena medan yang cukup berat dan berisiko bagi keselamatan.
Baca Juga: Akhir Pekan Ini, Giliran Mandalika Tebar Pesona di CFD Jakarta
Meski di sisi kiri langsung menghadap jurang, namun jalan menuju Diamond Beach relatif aman. Sepanjang tangga jalan dipasang tali tambang untuk perpegangan bagi orang-orang yang menyusuri jalan tersebut.
Setelah hampir 10 menit menyusuri anak tangga, sampailah kita di Diamond Beach. Pasirnya begitu putih serta air pantai yang begitu jernih, membuat kita ingin berlama-lama berenang, atau hanya sekadar membasahkan badan di dalam air pantai.
Meski begitu, tidak disarankan untuk berenang terlalu ke tengah, karena kontur dasar laut yang cukup curam.
Berita Terkait
-
Profil Kiper Keturunan Bali Tony Kouwen yang Dilirik Atletico Madrid
-
Sanksi Kartu Kuning Paksa Mauricio Souza Absen, Ricky Nelson Pimpin Persija di Kandang Bali United
-
Persija Tanpa Mauricio Souza di Kandang Bali United, Sanksinya Bikin Kaget!
-
Antisipasi Cuaca Ekstrem Selat Bali, KSOP Siapkan Rencana Buka - Tutup Pelabuhan
-
Masih Ingat Sylvano Comvalius? Eks Striker Bali United Itu Latih Pemain Keturunan Indonesia
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
Profil Zian Fahrezi Qori Cilik dari Bima, Juara Dunia MTQ di Irak dan Sederet Prestasinya
-
Dari Sirkuit ke Streetwear, Formula 1 Kini Resmi Jadi Inspirasi Fashion Global
-
Mulai Dibuka Hari Ini, Simak Link dan Cara Tukar Uang Baru via Aplikasi PINTAR BI
-
Ini Dia Drive Thru Kafe Jus Buah Pertama di Indonesia yang Bikin Sehat Makin Praktis
-
Ramalan Keuangan Zodiak 14 Februari 2026: 6 Zodiak Ini Makin Cuan di Hari Valentine
-
30 Link Download Poster Takjil Ramadan, Estetik dan Mudah Diedit Buat Jualan atau Baksos
-
Imlek Perayaan untuk Agama Apa? Begini Makna Aslinya
-
Fokus Konservasi Budaya dan Lingkungan, Siak Perkuat Pariwisata Berkelanjutan
-
Menemukan Diri di Tengah Hutan: Mengapa Ubud Populer Jadi Tempat Healing
-
5 Holder HP Motor Anti-Getar: Kamera HP Aman, Ojol Wajib Punya