Suara.com - Keseruan tampak pada pembukaan Festival Budaya Islam Fanten Fagogoru 2018, Selasa (4/12/2018). Acara ini dipusatkan di Kecamatan Patani, Halmahera Tengah, Maluku Utara menampilkan berbagai atraksi menarik.
Salah satu atraksi yang mengundang perhatian pengunjung adalah drama yang menggambarkan perjuangan Salahuddin Talapudin saat melawan penjajah.
Salahuddin Talapudin adalah pahlawan asal Patani yang sekitar tahun 1847. Di kala itu, masyarakat Patani hidup dari berladang. Maklum, tanahnya sangat subur. Seperti juga tanah Halmahera Tengah lainnya. Namun, suasana berubah ketika penjajah masuk ke Patani. Penindasan terjadi.
Salahuddin yang tidak terima, melakukan perlawanan. Ia mendekati warga dan mengajak menghadapi penjajah. Namun pergerakannya dianggap berbahaya oleh penjajah. Salahuddin pun ditangkap. Namun, ia sempat dibebaskan. Bukannya kapok, perjuangan Salahuddin justru semakin menjadi.
Ia mengajak masyarakat Patani melengkapi diri dengan senjata. Perjuangannya semakin masif. Hasilnya, penjajah berhasil diusir dari Patani. Namun, dengan memanfaatkan Kesultanan Ternate, Salahuddin ditangkap dan diadili. Sampai akhirnya, Salahuddin mendapatkan hukuman tembak.
Bupati Halmahera Tengah, Edi Langkara mengatakan perjuangan ini harus diteladani. “Jangan mudah menyerah. Itulah gambaran perjuangan Salahuddin yang harus diteladani. Dan gambaran itu kita dapat dari pelaksanaan Fanten ini,” paparnya.
Dijelaskannya, Fanten mengajarkan masyarakat untuk saling asah asih dan asuh. Masyarakat diajak untuk peduli sesama.
“Fanten mengajarkan kita untuk saling peduli. Mengajarkan banyak kebaikan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah mendukung kegiatan ini menjadi kegiatan tahunan pariwisata,” tambahnya.
Fanten Fagogoru adalah kegiatan budaya yang dibalut nuansa religi. Pelaksanaannya selalu dilakukan saat bulan Rabiul Awal. Tujuannya sebagai ucapan syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi. Tiga negeri di Maluku Utara yakni Weda, Patani, dan Maba, terlibat dalam kegiatan ini.
Baca Juga: Kemenpar Raih 2 Penghargaan di Ajang Media Humas 2018
Fanten biasa dipadukan dengan atraksi budaya lain seperti Tarian Cokaiba Lalayon. Dan, acara diawali dengan memiyen atau wao.
Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata, Ricky Fauziyani menilai Fanten acara yang sangat luar biasa.
“Inilah budaya yang sudah bertahan ratusan tahun, namun masih dijaga kelestariannya oleh masyarakat. Sebuah atraksi yang memiliki nilai tinggi dan sangat layak menjadi destinasi wisata religi,” katanya.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengutarakan hal serupa. Menurutnya, sebuah budaya semakin dilestarikan akan semakin menghasilkan. Mempunyai nilai jual yang tinggi.
“Atraksi budaya menjadi salah satu alasan wisatawan mancanegara hadir di Indonesia. Selain tentunya wisata bahari Indonesia yang memang terkenal. Dan Halmahera Tengah mempunyai semua itu. Alamnya bagus, termasuk baharinya. Budayanya juga keren. Fanten adalah budaya tua yang masih terjaga. Dan sekarang menjadi atraksi wisata budaya religi. Hal ini harus dipertahankan,” pungkas Arief.
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
5 Shio Paling Beruntung dan Makmur di 27 Februari 2026, Kamu Termasuk?
-
Profil Bunga Sartika, Host 'Halo Qha Qha Permisi' Mendadak Resign, Gara-gara Rahasia Terbongkar?
-
Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Jangan Sampai Salah Bacaan
-
Apakah Sepeda Listrik Boleh Dicuci? Ini Caranya Supaya Tidak Tersetrum
-
7 Sepeda Push Bike Anak Kokoh selain London Taxi, Rangka Kuat Tahan Banting
-
10 Karakter Orang yang Suka Musik Jazz dan Fakta Menarik di Baliknya
-
Apakah Karyawan Kontrak Resign Sebelum Lebaran dapat THR? Ini Ketentuannya
-
Kapan THR Karyawan Swasta 2026 Cair? Intip Bocoran Tanggal dan Aturan Mainnya
-
Kronologi Irawati Puteri Eks SPG Nugget Lulus S2 Stanford Pakai Beasiswa LPDP
-
Jadwal Imsak Yogyakarta 27 Februari 2026, Cek Tips Sahur agar Kuat Puasa