Suara.com - Wisatawan kapal pesiar yang akan bertandang ke Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tak perlu kuatir. Sebab daerah ini punya beragam destinasi untuk dikunjungi. Salah satunya adalah menikmati sensasi kopi robusta yang khas di De Sagoe Kuphie.
Kedai kopi yang terletak di Bundaran Simpang Garuda, Kota Sabang ini buka mulai pukul 06.30 WIB hingga dini hari.
“Kami lebih banyak menyediakan kopi robusta. Sebab, orang Sabang sangat familiar dengan robusta. De Sagoe Kuphie menyediakan banyak pilihan minum kopi bagi para pengunjung,” ungkap Owner De Sagoe Kuphie, Albina Arahman.
De Sagoe Kuphie menawarkan banyak olahan kopi robusta. Varian Kopi Sanger versi De Sagoe Kuphie menjadi favorit. Kopi Sanger ini hanya menggunakan kopi plus susu tanpa tambahan gula lagi.
“Kopi Sanger ini paling banyak dicari, baik panas atau dingin. Rasanya memang khas karena susu ini hanya sekedarnya saja. Dari jumlah susu yang digunakan ini bisa dipakai sebagai pembeda Kopi Sanger di Sabang dengan Banda Aceh. Di sana rasa susunya kuat,” jelas Albina.
De Sagoe khusus menggunakan kopi dari Ulee Karim, Banda Aceh. Kopi ini sengaja dipilih De Sagoe karena cita rasanya yang nikmat. Warna yang ditampilkan juga lebih ringan dari kopi kebanyakan. Albina mengatakan, kopi asal Ulee Karim mendapat treatment khusus hingga bisa menghasilkan cita rasa berkualitas.
“Kami menggunakan Kopi Ulee Karim. Kopi ini memang diolah berulang hingga didapatkan komposisi sari terbaik,” tutur Albina.
Selain Sanger, De Sagoe Kuphie juga menawarkan sensasi kopi lain, yakni Kopi Hitam. Kopi ini disajikan secara original alias tanpa tambahan gula. Ada juga Kopi Telur dengan campuran telur kampung serta susu. Untuk harga, semua varian kopi diberi banderol mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 per gelas.
“Secara umum, harga kopi sangat terjangkau. Kami juga menyediakan kopi susu dengan rasa susu yang dominan. Semua kopi semakin terasa nikmat dengan treatment penyajiannya,” tambahnya.
Selain bahan baku, proses penyajian kopi juga tidak kalah penting. Kopi disajikan dengan seduhan air yang panas mendidih. Penyaringannya dilakukan berulang dengan ketinggian maksimal. Tujuannya, agar proses penguapan kadar asam menjadi maksimal.
“Air panas harus mendidih. Kami panaskan air terus menerus. Kopi ini lalu ditarik. Semakin tinggi akan bagus untuk membuang uap,” katanya.
De Sagoe Kuphie pun selalu ramai oleh pengunjung. Dengan hanya kapasitas sekitar 50 tempat duduk, setiap harinya, kedai ini bisa dibanjiri sekitar 300 pengunjung per hari.
Sekretaris Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari, Ratna Suranti menerangkan, kopi di Sabang dan NAD memang terbaik.
“Kopi milik De Sagoe Kuphie ini nikmat. Kopi di Sabang dan Aceh ini memang yang terbaik. Seluruh dunia sudah mengenal kopi ini. Kopi ini juga bisa dihadirkan di cruise dalam bentuk stand khusus. Dream Cruise ini sudah merencanakannya. Nanti kopi bisa dihadirkan di sana. Jadi begitu turun dan melihat kopi bisa langsung membelinya,” ujar Ratna.
De Sagoe Kuphie memang jadi tujuan para wisman. Sudah banyak wisatawan dari berbagai negara yang singgah, baik dari Asia dan Eropa. De Sagoe juga menyediakan kopi sebagai cendera mata.
“Kopi Sabang harus dicoba dan dinikmati para wisman yang datang dengan kapal pesiar. Cita rasa dari kopi di sana nikmat. Kopi ini bisa menjadi salah satu daya tarik parwisata. Kami yakin, dengan nikmat kopi yang disajikan, wisman akan semakin betah berada di Sabang dan NAD,” jelas Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar, Rizki Handayani Mustafa.
Bukan hanya varian kopi, De Sagoe Kuphie juga menyajikan banyak menu alternatif. Menu-menu ini disajikan oleh rekanan yang membuka lapak di sana. Total ada 7 lapak dengan menu kuliner pendukung beragam. Mulai dari Mie Aceh, Martabak Telor Aceh, Sate Gurita, nasi goreng, hingga roti bakar.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya menjelaskan, kopi menjadi kekayaan besar Sabang dan NAD.
Baca Juga: TCC Kemenpar: Jalur Wisata Pantai Anyer hingga Tanjung Lesung Normal
“Kopi ini menjadi komoditi terbaik yang ditawarkan Sabang dan NAD bagi para wisatawan. Mereka yang datang dari jalur laut harus mencoba berbagai jenis kopi-kopi di sana. Contohnya NAD dengan Kopi Gayo-nya,” paparnya.
Berita Terkait
-
Raisa Debut Musikal, Perankan Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke 2026
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Mercure Jakarta Sabang Hadirkan Iftar "Lantern in The Desert", Sajikan Perpaduan Cita Rasa Maroko
-
Mendag Bantah Mentan soal Impor Beras Ilegal di Sabang dan Batam: Itu Kawasan Bebas!
-
Pemerintah Aceh Bantah Mentan soal Tudingan Impor Beras Ilegal di Sabang
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Korea Apa Saja yang Bagus? Ini 4 Pilihan dengan Review Nyaris Sempurna di Shopee
-
Lipstik Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 3 Pilihan yang Melembabkan Bibir Awet Seharian
-
Indonesia Open 2026 Jadi Pesta Rakyat Bulu Tangkis, Bisa Nikmati Sportainment hingga Test Drive EV
-
4 Sepatu Wanita Casual dari Brand Lokal, Nyaman di Kaki dan Enak Dipandang
-
4 Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Paling Populer di Indonesia
-
Belajar Langsung di Hutan Mangrove, Cara KLH Kenalkan Keanekaragaman Hayati ke Generasi Muda
-
Profil Bupati Pandeglang: Lantik Tersangka Pidana Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli Hukum
-
4 Lipstik di Minimarket Terdekat yang Mudah Ditemukan, Harga Mulai Rp15 Ribuan
-
Menjaga Tradisi Sangjit, Sangjit by Sinar Wijaya Hadir dengan Layanan Terintegrasi