Suara.com - Tiap kota memiliki minuman khas masing-masing, seperti halnya tuak yang juga dikenal di beberapa kota, minuman segar berwarna putih ini memiliki tekstur yang cukup kental dan masyarakat Lombok menyebutnya tuak manis.
Konon beragam kandungan di dalamnya diyakini dapat mengusir bermacam penyakit.
Tak seperti tuak yang lazim dikenal, tuak manis yang mudah ditemukan dijajakan di sekitar Hutan Pusuk di Gili Trawangan, Lombok ini aman dikonsumsi kalangan tua dan muda dilansir Guideku.
Minuman segar yang diolah dari sari pohon enau ini tidak memiliki kandungan alkohol sama sekali.
Lebih tepatnya, tuak manis di Lombok ini dapat kita sebut sebagai minuman pra-alkohol. Sebab jika didiamkan terlalu lama, tuak manis ini dapat terfermentasi lantas berubah menjadi alkohol.
Tapi jika ingin mencicipi segarnya sari enau tanpa kandungan alkohol sepeser pun, tegaklah tuak manis yang baru saja dihidangkan hari itu juga.
Jadi kalau Anda mencicipi tuak manis yang belum di terfermentasi juga terasa segar atau yang sudah terfermentasi juga menawarkan cita rasanya tersendiri, minuman khas yang wajib kamu cicipi kala mengunjungi Lombok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Avatar Aang Resmi Tayang Terbatas di Bioskop demi Lolos Kualifikasi Oscar
-
Escapism di Layar: Mengapa Konten Flexing Laku Keras di Media Sosial?
-
ASDP Percepat Digitalisasi 6 Pelabuhan Strategis, Face Recognition hingga One Gate System
-
Air PAM Macet Berbulan-bulan, Warga Pegadungan Rogoh Kocek Dua Kali demi Air Bersih
-
Mengapa Kita Begitu Bergantung pada Terigu yang Tidak Bisa Kita Tanam?
-
PFII Jangan Sampai Jadikan Bali Surga Para Penghindar Pajak
-
Bukan Jay Idzes, Rekannya di Sassuolo Resmi Direkrut Leeds United
-
Lewat Kerja Sama LoI Dengan KDEI, BRI Taipei Dorong Literasi Keuangan Pekerja Migran
-
Sinergi Dalam LoI, BRI Taipei dan KDEI Tingkatkan Akses Keuangan Pekerja Migran Indonesia
-
It Ends With Us, Novel yang Membuka Mata tentang Toxic Relationship