Suara.com - Proses rehabilitasi rumah-rumah yang rusak akibat gempa bumi di Lombok dan Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat membutuhkan anggaran sampai Rp 5,6 triliun.
Pendataan dan verifikasi rumah rusak sudah dilakukan dan pemerintah bersama masyarakat akan melakukan percepatan pembangunan di Lombok dan Sumbawa. Namun terdapat kendala dalam percepatan pembangunan pascagempa di Lombok dan Sumbawa itu masih kurangnya tenaga fasilitator di lapangan.
"Sekarang kita sedang melakukan rehabilitasi untuk perumahan. Uang yang sudah disalurkan Rp1,5 triliun, sedangkan Rp1,4 triliun masih dalam proses pendipaan," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei di Jakarta, Rabu (19/12/2018).
Kendala lain adalah anggaran yang sudah sampai ke pemerintah daerah tapi belum seluruhnya disalurkan ke masyarakat karena ada perbedaan validasi dan verifikasi tentang tingkat kerusakan rumah warga.
"Kita harapkan dalam enam bulan itu rumah-rumah itu bisa dibangun kembali," tambah dia.
Sementara untuk fasilitas sosial dan fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit dan rumah ibadah yang mengalami rusak berat tentunya akan dibangun kembali namun membutuhkan waktu lebih lama.
"Sesuai dengan perintah presiden agar kegiatan belajar mengajar dan layanan kesehatan serta tempat ibadah harus disiapkan dalam arti itu tidak boleh terganggu," ujarnya.
Untuk itu Kementerian PU dan Perumahan Rakyat sudah melakukan perbaikan bagi fasilitas umum yang rusak ringan sehingga bisa berfungsi kembali sedangkan yang rusak berat sudah di bangun sekolah dan rumah sakit sementara. (Antara)
Baca Juga: BNPB: Selama 2018 Ada 2.426 Kejadian Bencana
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
IHSG Melonjak ke Level 6.100, WIFI Jadi Jagoan
-
Ngeri! Foto Korban Dimanipulasi AI Jadi Konten Pornografi, Pelaku Ditangkap
-
Mitsubishi Xforce Hybrid Meluncur, Jakarta - Bali Hanya Sekali Isi Bensin
-
Tak Hanya Salurkan KUR, Kopdes Merah Putih Bakal Jadi Outlet Bank hingga Penyalur Bansos
-
Ulasan Kick Kick Kick Kick: Sebuah Komedi tentang Absurditas Kegagalan
-
Piala Dunia Bikin Berkah, Kadin Ungkap Perputaran Ekonomi Tembus Rp5,03 Triliun
-
S&P Puji Danantara, Pandu Sjahrir Akui Kinerja Masih Perlu Dibenahi
-
Antre Solar Berujung Maut, Kenapa BBM Langka di Sumatra?
-
Bolehkah Ngecas HP Semalaman Ditinggal Tidur? Simak Mitos dan Faktanya Biar Baterai Nggak Cepat Soak
-
Karir Mulus Aisyah Zakiyyah di Usia 32 Tahun: Dari Jubir Menteri PU dan Kini Komisaris PTPP