Suara.com - Berbagai macam wahana ekstrem di dunia memang dirancang untuk membuat jantung kita berdentak cepat dan adrenalin berpacu.
Bahkan, tidak sedikit pula orang yang sengaja menantang diri untuk menjajal wahana ekstrem demi merasakan sensasi di atas.
Sayang hal tersebut tidak berlaku bagi London Eisenbeis, seorang gadis kecil berumur 10 tahun yang bersemangat untuk mencoba berseluncur air.
Seperti diberitakan Unilad, saat itu London hendak menaiki seluncur air sepanjang 273 meter di wahana taman bermain air. London bahkan sangat bersemangat, karena dua tahun sebelumnya dia masih belum cukup tinggi.
Namun, siapa sangka jika rasa bersemangat serta ekstremnya wahana tersebut berdampak buruk pada jantung London.
Saat kejadian, ibu London bercerita jika dia tengah menunggu kedua anak dan suaminya bermain seluncur.
Saat itulah, suara peluit tiba-tiba terdengar. Sang ibu awalnya berpikir jika ada anak-anak yang bertingkah usil, sampai dia melihat wanita lainnya tampak ketakutan.
Ketika akhirnya ibu London melihat apa yang terjadi, dia mendapati anaknya sudah terkena serangan jantung dan tenggelam.
''Aku tahu itu adalah salah satu anakku. Itu mengerikan. Sama sekali tidak ada tanda-tanda, dia jatuh begitu saja.''
Baca Juga: Makam Kuno 4.000 Tahun Ini Simpan Berbagai Lukisan Warna-warni
Sebagai informasi, wahana yang dimaksud sendiri memiliki bentuk kapsul yang bagian bawahnya dapat terbuka sehingga pengunjung akan jatuh meluncur.
Setelah diperiksa, barulah diketahui jika London selama ini menderita kondisi langka yang bernama sindrom Long QT. Sindrom ini dapat menyebabkan seseorang punya detak jantung tak beraturan.
Diduga pula, rasa bersemangat serta ekstremnya wahana tersebut telah membuat detak jantung London mengalami gangguan hingga dia akhirnya tewas 9 hari kemudian.
Parahnya, London saat itu gagal diselamatkan karena pihak taman bermain tidak memiliki defribilator yang dapat membantu mengembalikan detak jantung ke normal.
Meski berduka, pada akhirnya orangtua London pun memutuskan untuk membuat organisasi non-profit demi memastikan komunitas lokal dan lokasi wisata memiliki defribilator di saat emergensi.
Berita Terkait
-
Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada
-
2 Minggu Dirawat karena Serangan Jantung, Begini Kondisi Bolot Menurut Kerabat
-
Kronologi Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit: Ternyata Kondisi Sudah Gawat tapi Tak Dirasa
-
Kena Serangan Jantung, Haji Bolot Sudah 2 Minggu Dirawat di Rumah Sakit
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Spanduk 10 Meter Belum Merdeka dari Asap Bentang di CFD Jembatan Ampera
-
Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga
-
AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship
-
3 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Dapur Menurut Feng Shui, Bikin Rezeki Seret
-
4 Ide OOTD Y2K Revival Style ala Natty KISS OF LIFE, Timeless dan Stylish!
-
Kilang Minyak Aramco Diserang Houthi, Asap Tebal Membumbung di Arab Saudi
-
Merdeka dari Gaya Hidup Konsumtif: Gen Z Siap Tinggalkan Budaya Checkout?
-
Puluhan Ton Ikan Mati Tiap Bulan, Sungai Batanghari Makin Sekarat
-
Modal Asing Banjiri IHSG, BBRI Jadi Buruan Utama Jelang Uji Level IHSG 6.500
-
Demi Jegal Pesaing, Kabel Optik Diputus, Internet Warga Pademangan Terganggu