Suara.com - Tren dalam dunia fesyen seakan datang dan pergi. Apa yang sudah menjadi tren di masa lalu, bisa kembali diminati banyak orang pada saat ini. Begitu pula linen. Kain yang keren karena selalu membuat pemakaian merasa dingin.
Kain lembut, yang bernafas, berusia berabad-abad ini sebenarnya diperuntukkan bagi perabot rumah tangga dan seprai. Tetapi pada 1990-an, kain telah menjadi kain yang digunakan untuk baju saat liburan musim panas.
Ya, ini semua karena kemampuan linen mendinginkan tubuh saat cuaca panas di pinggir pantai atau kolam renang. Biasanya, orang-orang menggunakan kemeja 'boyfriend-style' sebagai luaran dari bikini mereka.
Sementara, para remaja lebih senang tidak mengancingkan kemeja linen mereka dan mengikatnya di tengah bagian tubuh mereka, dengan gaya ala Mr Ripley.
Di masa sekarang ini, menurut platform pencarian mode global Lyst, pencarian linen terus meningkat sejak Januari 2019 hingga jumlahnya naik mencapai 46 persen.
Bahan linen digunakan di hampir seluruh landasan panggung mode Musim Semi / Musim Panas 2019, mulai dari celana paisley yang berputar-putar di Zimmerman dan setelan rok Working Girl di Tibi.
Di tempat lain, linen menawarkan banyak penggemar selebritas, termasuk Kate Moss, Jennifer Aniston, dan Elle Fanning, yang mengenakannya di Festival Film Cannes tahun ini. Mereka mengenakan setelan celana linen putih yang longgar.
Serta sejumlah merek butik, seperti Palmier London, Three Graces London dan Faithfull the Brand, sedang membayangkan kembali kain dalam bentuk dan gaya kontemporer, memperjuangkan linen sejauh kain itu menjadi USP mereka.
"Linen adalah kain yang sudah tua, alami dan tahan lama. Sangat nyaman dalam cuaca panas sehingga telah menjadi standar dalam banyak koleksi musim panas desainer," jelas perancang busana Anna Berkeley.
Baca Juga: Rambah Bisnis Fesyen, Aero-Aqsa Terinspirasi Pebalap Ini
"Meskipun terkadang kita masih melihat sedikit tampilan 'mummi' dalam bahan itu, aku suka label seperti Johanna Sands, Jacquemus dan Apiece Apart mengolahnya untuk membuatnya terasa modern," ungkapnya lagi.
Tessa Holladay, salah satu pendiri Palmier London, mengatakan kepada The Independent bahwa ia melihat linen muncul kembali beberapa tahun yang lalu di Australia, dengan merek-merek seperti Posse, Arthur the Label dan Rowie menciptakan potongan-potongan unik dan mudah dipakai dari kain.
“Jelas ini adalah sesuatu yang lebih alami bagi Australia, yang menikmati iklim yang lebih hangat dan budaya yang lebih berbasis pantai, tetapi juga menarik hati kami di sini di Inggris. Sepanjang musim panas 2017, kami memiliki banyak teman yang menghabiskan banyak uang untuk mengimpor kain linen cantik ini dari belahan dunia lain," jelasnya.
"Terinspirasi oleh merek-merek ini, linen menjadi bahan pokok lemari pakaian kami, Chloe (pendiri Palmier lainnya) dan saya memutuskan untuk menyelidiki kemungkinan mengembangkan tren di Inggris, menggunakan produsen Eropa dan memperkenalkan sentuhan London," ujarnya lagi.
Duo ini meluncurkan mereknya pada musim semi 2018 dan telah meningkat popularitasnya sejak saat itu, dengan bantuan influencer mode utama termasuk Lucy Williams dan Olivia Purvis, yang telah menjadikan Palmier sebagai label pilihan untuk set gaya Instagram dan ribuan pengikut lainnya.
Bukan cuma kelebihan estetika dan fungsinya yang mendinginkan, daya tarik linen juga karena ia terbuat dari tanaman rami dan karenanya sangat berkelanjutan, menjadikannya permata langka dalam budaya mode, yang kita tahu seringkali merusak planet ini.
Berita Terkait
-
H&M Rilis Koleksi Bertemakan Stranger Things, Kental Nuansa Era 1980an
-
Celana Jeans Tahun 70 an Tren Lagi, Ini Style yang Bisa Kamu Tiru
-
Catat, Destinasi Liburan Musim Panas Favorit Patricia Devina Dextra
-
Destinasi Wisata Summer nan Sunny, Cocok Untukmu yang Nggak Tahan Panas
-
Jangan Pakai Lagi, Ini Deretan Item Fesyen yang Terlalu Kuno di 2019
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Teka-teki Meninggalnya Dokter Koas UI di Kamar Kos Metro
-
IHSG Lepas Landas! Asing Borong Saham Rp360 Miliar, Target Menuju Level 6.850?
-
Produksi XO, Kitty Season 4 Belum Dapat Lampu Hijau, Berakhir Lewat Film?
-
Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan
-
Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026
-
Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan
-
Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun