Suara.com - Mengambil foto liburan adalah cara untuk menyimpan kenangan akan suatu lokasi wisata yang dikunjungi. Tidak bisa dipungkiri, berfoto saat liburan sudah menjadi hal yang nyaris wajib dilakukan.
Namun, bukan cuma berfoto saja, banyak dari kita yang terbiasa untuk mengambil foto liburan lantaran ingin mengunggahnya di media sosial.
Ya, meski niatnya sebagai kenang-kenangan, ada kalanya foto yang diunggah di media sosial tersebut malah membuat destinasi wisata yang bersangkutan mengalami kerusakan.
Tidak hanya itu, ada pula foto-foto yang tidak seharusnya diambil karena alasan sosial dan budaya.
Seperti dilansir dari laman Reader's Digest, berikut adalah daftar destinasi wisata di mana kita sebaiknya berhenti mengambil foto secara sembarangan.
1. Maya Bay, Thailand
Karena kerusakan yang disebabkan para turis, pantai Maya Bay di Thailand ini akhirnya ditutup dari wisatawan.
Hal ini dikarenakan Maya Bay mengalami peningkatan pesat dalam jumlah pengunjung sejak muncul dalam film The Beach dan menjadi populer.
Untunglah, pantai ini akan dibuka kembali pada tahun 2021 mendatang. Meski begitu, ada baiknya jika turis tidak terlalu mempopulerkan foto-foto pantai ini di media sosial dan mengundang orang-orang lain yang datang hanya demi like di Instagram.
Baca Juga: Heboh, Foto Wanita Indonesia Dibalas Twitter sampai Dipajang di Luar Negeri
2. Angkor Wat, Kamboja
Sebagai salah satu kuil terbesar yang ada di dunia sekaligus situs Warisan Budaya Dunia UNESCO, Angkor Wat menjadi destinasi yang selalu ramai akan turis.
Meski begitu, pemerintah setempat baru-baru ini sudah melarang turis agar berhenti memanjat stupa-stupa yang ada.
Selain itu, mengingat Angkor Wat sebenarnya adalah tempat ibadah, maka tak ada salahnya untuk mengurangi aktivitas berfoto di tempat ini dan menghormati warga lokal.
3. Horseshoe Bend, Arizona
Terkenal karena keindahan panoramanya, Horseshoe Bend merupakan batuan ngarai yang dialiri oleh sungai dan berbentuk mirip tapak kuda.
Berita Terkait
-
50 Medsos Lokal Ramaikan ISMN Yogyakarta Meetup 2026, Bahas Kolaborasi di Era Digital
-
Menguliti Narasi 'Kuliah Itu Scam': Apa Gelar Masih Menjadi Senjata Utama?
-
Konten Berbasis AI Bakal Makin Dominan di Medsos Tahun 2026
-
Jurnalisme di Era Sosial Media Apakah Masih Relevan?
-
5 HP RAM Besar dan Kamera Selfie Resolusi Tinggi, Harga Rp1 Jutaan Buat Ngonten
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
Terkini
-
5 Moisturizer Lokal untuk Usia 45 Tahun, Bantu Kurangi Tampilan Tanda Penuaan
-
5 Toner Ekstrak Beras untuk Kulit Awet Muda, Mulai dari Rp25 Ribuan
-
Dari Minuman Kekinian hingga Dessert Estetik, Ini Dia Tren Kuliner Viral 2025
-
Jadi Juara, ISI Jogja & SMKN 5 Denpasar Siap Tampil di Grand Final iForte National Dance Competition
-
Kenalan Apa Itu Transformasi Digital, dari Cara Kerja Manual ke Sistem yang Lebih Rapi
-
5 Hair Tonic untuk Atasi Ketombe dan Gatal, Kulit Kepala Jadi Lebih Sehat
-
5 Sepatu Jalan Lokal Murah Versi Dokter Tirta, Anti Pegal dan Kalcer Dipakai Bergaya
-
7 Rekam Jejak Dr Tyler Bigenho, Suami Aurelie Moeremans Ternyata Dokter Spesialis 'Kretek'
-
7 Sunscreen Tone Up di Indomaret untuk Cerahkan Wajah, Mulai Rp17 Ribuan
-
5 Cat Rambut yang Ampuh Tutupi Uban di Alfamart, Harga Mulai Rp14 Ribuan