Suara.com - Tips Memilih Makanan Kaleng : Jangan Dimakan JIka Bentuk Dagingnya Hancur
Di zaman yang serba cepat, makanan instan sangatlah membantu dan membuat hidup lebih praktis. Makanan instan beragam macamnya, termasuk makanan kaleng yang bisa disimpan dalam rentang waktu yang lama.
Namun jangan sembarangan dan asal beli loh, karena beberapa makanan tidak baik untuk kesehatan, baik dari kandungan dan jenis pengawetannya.
Senior Dietitian, Allied Health Parkway Cancer Centre (PCC) Fahma Sunarja menyarankan untuk memilih isi makanan kalengan yang masih utuh dan masih kelihatan bentuknya.
Jika membuka makanan kaleng seperti Kornet, tuna cincang, ayam cincang, yang bentuknya tidak utuh lagi, sebaiknya jangan dimakan.
"Maksudnya kalau kita buka kalengnya masih kelihatan bentuk asli makanan kaleng. Misal sarden jika dibuka masih berbentuk ikan. Jadi itu masih lebih baik," ujar Fahma di Sangri-La Hotel, Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (14/9/2019)
Fahma juga menyarankan, saat memilih bahan pengawet atau bumbu di dalam makanan kaleng juga diperhatikan. Usahakan pilih yang natural seperti saus tomat hingga menjadikan garam untuk mengawetkan si masakan.
"Menggunakan saus tomat dan juga garam jadi itu lebih natural. Karena saus tomat itu mengandung vitamin C dan garam sebagai pengawet alami," jelasnya.
"Kalau buka kornet kaleng dagingnya sudah hancur, nggak kelihatan bentuknya meat (daging) kaya dipotong gitu, nah itu mengandung sodium natrium, jangan dikonsumsi," pungkasnya.
Baca Juga: Anti Mainstream, Perusahaan Ini Rilis Cincin Berbentuk Kaleng Sarden
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bukan Sekadar Tempat Belanja, Wajah Baru Mal Ini Siap Jadi Destinasi Gaya Hidup yang Lebih Berwarna
-
Satyalancana untuk Dekan Unsoed Dipertanyakan di Tengah Polemik Integritas Akademik
-
Jejak Tebangan Kayu Hangus Terbakar Ditemukan di Lokasi Karhutla Jambi
-
Satu Minggu Jelang Muktamar, 4 Nama Kandidat Ketum PBNU Mengerucut, Siapa Terkuat?
-
Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Pengamat UGM Soroti Ancaman Sentralisasi dan Beban APBN
-
Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Fahira Idris: Bang Japar Ajak Warga Jaga Jakarta
-
DPR Soroti Risiko Diskriminasi Bantuan Gempa NTT di Tengah Pilkades
-
Dituduh Ngamuk dan Tunjuk-Tunjuk Pengacara Ruben Onsu, Sarwendah: Sebagai Ibu Wajar...
-
DPR Dukung Perpres Timah Rakyat, Biar PT Timah Bisa Beli 3.000 Ton Hasil Warga
-
Serbaguna! 5 Pelembap Wajah dan Tubuh Ampuh Mengunci Kelembapan Kulit