Suara.com - Liburan akhir tahun sudah di depan mata. Bagi Anda yang berencana memasukkan New Zealand sebagai destinasi wisata ke dalam bucket list, Anda perlu membaca dahulu informasi yang sudah dikumpulkan oleh Tourism New Zealand berikut, seputar hal-hal yang orang Indonesia kerap salah paham tentang negara yang mendapat julukan Negeri Awan Putih Panjang ini. Dengan begitu, Anda dapat menikmati waktu liburan secara maksimal selama di New Zealand.
New Zealand Sama dengan Selandia Baru?
Banyak orang Indonesia menyebut New Zealand dengan Selandia Baru, yang merupakan terjemahan langsung, sebagaimana sering diucapkan sehari-hari maupun disebut di media. Hal ini terjadi lantaran adanya persepsi bahwa selalu ada padanan kata dalam Bahasa Indonesia untuk setiap negara, misalnya United Kingdom yang diterjemahkan menjadi Inggris atau The Netherland menjadi Belanda. Sering kali, hal ini juga membuat salah kaprah bahwa New Zealand dan Selandia Baru merupakan dua negara yang berbeda. Maka dari itu, lebih baik merujuk pada penggunaan kata “New Zealand” agar Anda tidak terkecoh.
Di Benua Mana Letak New Zealand?
Jika Anda selalu bertanya-tanya di benua manakah New Zealand berada, pastinya bukan di benua Australia. New Zealand terletak di Oseania, wilayah geografis yang meliputi Australasia, Melanesia, Micronesia, dan Polynesia. New Zealand terdiri dari dua pulau utama, Pulau Utara dan Pulau Selatan, dan sejumlah pulau yang lebih kecil. Untuk menjelajahi kedua pulau tersebut dengan waktu yang lebih fleksibel, Anda dapat menyewa dan mengendarai mobil atau campervan.
Jika Anda memilih untuk mengendarai mobil sendiri di New Zealand, Anda harus memiliki Surat Izin Mengemudi Internasional dan mengenal rambu-rambu jalan setempat. Di negara ini, kursi pengemudi berada di sebelah kanan, sama seperti di Indonesia, sehingga hal ini tidak menjadi masalah bagi orang Indonesia yang mau mengemudi sendiri, apalagi ditambah dengan bonus pemandangan yang menakjubkan sepanjang perjalanan. Jika Anda memulai perjalanan di Pulau Utara, Twin Coast Discovery Highway dapat menjadi salah satu rute pilihan Anda. Rute yang dimulai dari Auckland ini akan menyajikan pemandangan pesisir pantai yang indah.
Apabila Anda memulai perjalanan di Pulau Selatan, coba susuri The Great Alpine Highway yang dimulai dari Christchurch melewati State Highway 73. Rute ini menyuguhkan pemandangan ngarai sungai yang memesona.
Kapan Musim Dingin di New Zealand?
Banyak orang tidak menyadari bahwa New Zealand —yang terletak di bagian selatan bumi— memiliki musim yang terbalik dengan negara-negara di belahan bumi utara. Oleh karena itu, New Zealand menawarkan cuaca yang dingin bagi Anda yang berwisata pada tengah tahun.
Musim panas di New Zealand berlangsung dari Desember sampai Februari, sementara musim dingin dimulai dari bulan Juni sampai Agustus. Apabila Anda lebih menyukai liburan yang tidak terlalu ramai, Anda dapat mengunjungi New Zealand pada saat shoulder season, yaitu di musim semi (September - Oktober) dan musim gugur (Maret - Mei). Pada kedua musim ini, Anda dapat lebih leluasa menikmati langit yang cerah dan menghirup udara segar karena pada bulan-bulan ini jumlah wisatawan tidak terlalu banyak. Anda bahkan bisa mendapatkan kesempatan untuk berfoto di tempat populer tanpa ada keramaian di latar belakang. Dengan cuaca yang tidak terlalu panas di musim semi dan tidak terlalu dingin di musim gugur, Anda juga dapat menikmati keindahan alam New Zealand dengan lebih maksimal.
Apakah Visa Dibutuhkan?
Ketika Anda memesan tiket pesawat, membuat rencana perjalanan, dan mengepak pakaian, jangan lupa mengurus visa New Zealand. Wisatawan Indonesia perlu menyiapkan visitor visa sebelum berangkat ke New Zealand, dan ini dapat dilakukan online lewat laman VFS Global Centre. Biaya pengajuan visa sebesar NZD 246 atau Rp 2,1 juta, sudah termasuk retribusi International Visitor Conservation and Tourism (IVL) sebesar NZD 35 atau Rp 309 ribu.
Baca Juga: Selandia Baru Melarang Wisatawan Berenang dengan Lumba-lumba, Ini Alasannya
Proses pembuatan visa memakan waktu sekitar 20 hari kerja atau bahkan bisa lebih cepat, namun sebaiknya Anda mengirimkan aplikasi sedini mungkin untuk menghindari kejadian tak terduga. Untuk informasi lebih jelas mengenai dokumen apa yang harus disiapkan dan lain-lain, Anda bisa berkunjung ke laman Imigrasi Pemerintah New Zealand. Beberapa penerbangan menuju New Zealand akan transit di Singapura atau Australia sekitar 3 atau 5 jam. Namun apabila Anda transit di Australia selama lebih dari 8 jam, Anda harus menyiapkan visa transit Australia. Pastikan Anda mengikuti panduan cara untuk mendapatkan visa transit sebelum Anda berangkat ke New Zealand.
New Zealand Menawarkan Pemandangan Indah dan Pengalaman Budaya
Di samping terkenal akan pemandangan alamnya yang indah dan menakjubkan —mulai dari fyord yang mengagumkan sampai pegunungan yang memesona— New Zealand juga terkenal akan kebudayaannya dan warganya yang ramah. Belum lengkap rasanya berkunjung ke negara ini jika belum merasakan pengalaman bersama suku Maori. Anda dapat menikmati pwhiri, upacara tradisional penyambutan tamu suku Maori yang hangat lewat sambutan resmi, tari-tarian, nyanyian dan tentu saja salam khas Maori, yaitu Hongi (ritual saling menempelkan hidung yang menciptakan koneksi ‘napas kehidupan’ di antara kedua orang). Anda juga dapat belajar beberapa kata dalam bahasa Maori, seperti ‘Kia Ora’ (sapaan khas Maori) untuk membuka percakapan dengan warga New Zealand, yang juga dikenal dengan sebutan Kiwi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual
-
7 Rekomendasi Parfum Heaven Scent Best Seller, Wangi Mewah Tak Harus Mahal!
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?