Suara.com - Dibandingkan dengan moda transportasi umum lain, kereta api masih menjadi pilihan sebagian besar masyarakat Indonesia. Bukan hanya karena ongkosnya yang bersahabat, tapi juga dari segi waktu keberangkatan dan kedatangan yang dirasa paling bisa diandalkan.
Itu sebabnya, stasiun dan kereta api hampir tidak pernah sepi, bahkan meski bukan saat mudik Lebaran maupun musim liburan. Sebab, ada banyak alasan orang bepergian dengan kereta api.
Dalam rangka memeringati ulang tahun KAI yang ke-74, yaitu tanggal 28 September 2019, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan kampanye #KAIPunyaCerita. Sebab, di balik setiap perjalanan dengan keerta api, pastilah ada cerita yang hadir menemani perjalanan.
Dirangkum dari siaran pers yang diterima Suara.com, inilah 3 cerita manis yang terangkai di atas kereta api, yang bisa jadi salah satunya mirip dengan cerita yang pernah Anda alami.
1. Berawal di kereta api, berakhir di pelaminan
Tanpa bermaksud meninggikan harapan para jomblo yang hobi bepergian dengan kereta api, tapi faktanya kisah cinta yang berawal di kereta api bukan cuma ada di sinetron atau film seperti Before Sunrise, tapi juga di dunia nyata. Salah satunya terjadi pada pasangan yang telah menikah lebih dari 20 tahun, Sutrisno dan Mur.
Keduanya pertama kali bertemu di Kereta Api Gaya Baru Malam tujuan akhir Stasiun Gubeng, Surabaya. Duduk bersebelahan, Sutrisno berinisiatif mengajak ngobrol duluan dan ditanggapi dengan baik oleh Mur. Mereka pun menjadi teman ngobrol yang menyenangkan selama perjalanan. Sampai waktunya berpisah karena sudah sampai di tujuan akhir, Sutrisno mengumpulkan keberanian meminta nomor kontak Mur.
Dua tahun berselang, kisah yang dimulai di kereta api ini berakhir di pelaminan.
2. Teman baru dan peluang baru
Perjalanan di kereta api, terutama kereta api jarak jauh, pastilah makan waktu berjam-jam yang bisa menimbulkan kebosanan. Beberapa orang ada yang memilih untuk tidur, beberapa lagi memilih berbincang dengan orang-orang baru yang ditemui di kereta api. Bukan melulu mencari jodoh, ngobrol di kereta api dengan orang baru juga bisa menambah pengetahuan dan pengalaman.
Renaldi adalah salah satunya. Siapa sangka teman perjalanannya kali itu adalah seorang perempuan Jerman. Renaldi yang khawatir tidak bisa berkomunikasi dengan baik karena keterbatasan bahasa, tertolong dengan Merry yang ramah dan hobi bercerita betapa membahagiakan waktunya selama berlibur di Indonesia. Renaldi mulai berani berbicara menggunakan bahasa inggris seadanya. Dan, pembicaraan mereka tetap berlangsung menyenangkan.
Baca Juga: Di Bawah Kolong Rel Kereta Api, Seremoni Cai Diraga Digelar
Sampai di tujuan, Renaldi dan Merry bertukar kontak dan berjanji saling mengabari. Merry yang suka sekali Indonesia, sering kembali ke Indonesia dengan Renaldi sebagai teman sekaligus guide. Renaldi bukan hanya mendapat tutor gratis bahasa Inggris, tapi juga tutor bahasa Jerman.
3. Pejuang PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad)
Istilah PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) sangat populer di antara para pengguna kereta api. istilah ini biasanya ditujukan bagi mereka, para tulang punggung keluarga, yang bekerja di ibu kota dan jauh dari keluarga. Mengobati rindu namun tidak bisa sering cuti atau izin, menjadi PJKA akhirnya menjadi solusi yang dipilih.
PJKA banyak bisa ditemui dari keberangkatan Stasiun Pasar Senen, karena di sini kereta ekonomi dengan harga terjangkau berada. Supaya bisa pulang setiap minggu, tentu moda transportasi paling ekonomis yang harus dipilih. Pejuang PJKA antara lain bapak-bapak kangen anak dan istri, anak yang kangen ibu-bapaknya, bahkan pasangan LDR.
Untuk pasangan LDR, jangan ditanya pahitnya. Risiko jarang bertemu adalah kandasnya hubungan. Ini yang tidak ingin mereka pertaruhkan, sehingga PJKA adalah jalan keluar. Salah satunya Alan, yang sudah 5 tahun menjalin kasih dengan pacarnya yang berjarak sekitar 400-an km dari dirinya.
Tiga kisah di atas hanyalah sebagian dari banyaknya kisah yang terjadi setiap hari di atas kereta api. Dan KAI yakin, selama 74 tahun beroperasi, pastilah banyak sekali cerita yang tercipta karena kereta api. Kamu juga punya?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper