Suara.com - Fenomena optik atsmosfer yang terjadi ketika sinar matahari maupun sinar bulan melintasi awan tipis yang terbentuk dari kristal es ini disebut circumhorizontal arc atau pelangi api.
Fenomena ini acap terjadi selama musim panas. Terlebih saat matahari berada di posisi sangat tinggi, pancaran sinar matahari akan membentuk kristal es segi enam nan puspa warna yang disebut pelangi api.
Saat pelangi api terjadi, matahari harus berada pada ketinggian 58 derajat, lantas sinarnya melintasi awan berbentuk plat kristal es di langit.
Tak heran, sebab kondisi yang melatarinya begitu langka, pelangi api hanya akan menampakkan diri di waktu dan tempat tertentu lho. Semacam di London, Inggris pada pertengahan Mei hingga akhir Juli, pelangi api kala itu bersinar hingga 140 jam.
Hal yang sama juga terjadi di Los Angeles, Amerika Serikat, pelangi api menampakkan diri hingga 670 jam pada akhir Maret hingga akhir September.
Nah, jika kamu ingin melihat bagaimana fenomena pelangi api terjadi tanpa harus aji mumpung menyimak fenomena ini sekali seumur hidup, pelangi api artifisial juga dapat dikreasikan dengan memancarkan cahaya ke dalam gelas air melalui sudut tertentu.
Cara ini akan menghasilkan pembiasan cahaya dan membentuk pelangi api artifisial dengan beragam warna nan menyenangkan.
Berita Terkait
-
Kereta Api Tambahan Lebaran 2026 Sudah Dibuka, Ini Jadwal, Rute dan Harganya!
-
532 Ribu Tiket Kereta Lebaran Ludes Terjual, KAI Daop 1 Ingatkan Sisa Kursi Menipis
-
BRI Gelar Imlek Prosperity 2026, Hadirkan Pengalaman Eksklusif Sambut Tahun Kuda Api
-
Jelang Mudik, Produk UMLM Lokal Siap Isi Kereta dan Stasiun
-
Belasan Kilometer Langkah Kaki di Tengah Dahaga: Kisah Rahmat, Penjaga Nadi Rel Kereta Api
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
5 Shio Paling Beruntung dan Makmur di 27 Februari 2026, Kamu Termasuk?
-
Profil Bunga Sartika, Host 'Halo Qha Qha Permisi' Mendadak Resign, Gara-gara Rahasia Terbongkar?
-
Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Jangan Sampai Salah Bacaan
-
Apakah Sepeda Listrik Boleh Dicuci? Ini Caranya Supaya Tidak Tersetrum
-
7 Sepeda Push Bike Anak Kokoh selain London Taxi, Rangka Kuat Tahan Banting
-
10 Karakter Orang yang Suka Musik Jazz dan Fakta Menarik di Baliknya
-
Apakah Karyawan Kontrak Resign Sebelum Lebaran dapat THR? Ini Ketentuannya
-
Kapan THR Karyawan Swasta 2026 Cair? Intip Bocoran Tanggal dan Aturan Mainnya
-
Kronologi Irawati Puteri Eks SPG Nugget Lulus S2 Stanford Pakai Beasiswa LPDP
-
Jadwal Imsak Yogyakarta 27 Februari 2026, Cek Tips Sahur agar Kuat Puasa