Suara.com - Oktober menjadi bulan penuh makna bagi Kota Yogyakarta. Pasalnya, tepat pada 7 Oktober 2019, Yogyakarta merayakan ulang tahunnya yang ke 263 tahun.
Di usianya yang sudah tak lagi muda, Yogyakarta menyimpan banyak destinasi bersejarah penuh dengan kenangan.
Siapa sangka, sejumlah sudut Kota Yogyakarta mengalami perubahan seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi.
Wah, kira-kira seperti apa ya perbandingan wajah Kota Yogyakarta di masa lalu dan saat ini?
Berikut Suara.com rangkum foto Kota Yogyakarta dulu dan sekarang dari berbagai sumber, Senin (7/10/19).
1. Tradisi Gunungan
Sebagai perlambangan sedekah raja, tradisi gunungan masih dilakukan hingga saat ini. Sedekah berisi hasil bumi tadi dibentuk menjulang tinggi layaknya gunung.
Beginilah suasana tradisi gunungan pada zaman dahulu. Sebagian besar masyarakat Yogyakarta yang ikut menonton terlihat masih banyak mengenakan pakaian tradisional.
Masih rutin dilaksanakan hingga saat ini, tradisi gunungan masih ramai dikuti oleh warga lokal di Yogyakarta. Namun tak jarang beberapa wisatawan di Yogyakarta ikut meramaikan tradisi gunungan ini
Baca Juga: Ternyata Yogyakarta Punya 4 Kuliner Ekstrem yang Jadi Andalan, Berani Coba?
Keraton Yogyakarta dalam foto yang diabadikan zaman dahulu terlihat sangat luas. Belum ada pagar pembatas antara Keraton Yogyakarta dengan Alun-alun Utara.
Lain halnya dengan saat ini, Keraton Yogyakarta telah diberi pagar cukup tinggi sebagai pembatas wilayah dengan Alun-alun Utara.
3. Malioboro
Siapa sangka dahulu Malioboro begitu lapang dan belum dipenuhi pertokoan? Ini dia foto suasana Malioboro pada zaman dahulu yang diunggah oleh akun Instagram @kratonjogja beberapa waktu lalu.
Lain halnya dengan sekarang, Malioboro telah menjadi salah satu kawasan wisata yang tak pernah sepi disambangi oleh wisatawan.
Berita Terkait
-
SMAN 4 Yogyakarta Tegaskan Transformasi di HUT ke-76, Gelar Aksi Sosial hingga Faculty Fair!
-
Jogja Jadi Bagian Perjalanan Raissa Anggiani Perkenalkan Album Perdananya
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
Literasi di Atas Roda: Kisah Sutopo dan Becak Listrik Pustakanya
-
Ze Valente Tembus 100 Laga BRI Super League Siap Bawa PSIM Yogyakarta Bertahan di Papan Atas
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Siap-Siap Sambut Lebaran Dua Kali dalam Setahun, Kapan Tepatnya dan Kenapa Bisa Terjadi?
-
Bedak Apa yang Cocok untuk Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 5 Rekomendasi Terbaik
-
Lipstik Apa yang Tahan 24 Jam? Ini 5 Rekomendasi Terbaik buat Bibir Kamu
-
Suncreen SPF 50 Cocok untuk Umur Berapa? Ini Pilihan untuk Setiap Usia
-
Sinopsis 28 Years Later: The Bone Temple, Kapan Tayang di Indonesia?
-
Shandy Purnamasari dan Ekspedisi Dapur Kemanusiaan, Bawa 99 Ribu Porsi Makanan ke Aceh Tamiang
-
Apakah Boleh Menutupi Uban Pakai Cat Hitam? Ini 3 Rekomendasi Warna yang Diperbolehkan Nabi
-
5 Parfum Lokal yang Wanginya Elegan dan Tahan Lama, Harga Murah Kualitas Kelas Dunia
-
Sejarah dan Makna Isra Mi'raj: Perjalanan Luar Biasa Nabi Muhammad SAW Terima Perintah Salat 5 Waktu
-
Terpopuler: Link Download Gratis Ebook Broken Strings, Profil Menantu Tommy Soeharto Disorot