- Aksi Kamisan Yogyakarta desak reformasi Polri dan beri penghormatan bagi John Tobing.
- Massa Kamisan Jogja kecam kekerasan aparat di Tual dan nyanyikan Darah Juang.
- Penghormatan terakhir untuk John Tobing mewarnai Aksi Kamisan di Tugu Yogyakarta.
Suara.com - Aksi Kamisan kembali digelar di kawasan Tugu Yogyakarta dengan suasana yang berbeda dari biasanya. Selain menyoroti dugaan kekerasan aparat terhadap warga sipil, aksi kali ini menjadi momen penghormatan terakhir bagi musisi legendaris John Tobing yang baru saja berpulang.
Koordinator Kamisan Jogja, Oca, menjelaskan bahwa aksi ini membawa misi kemanusiaan untuk merespons tragedi kekerasan yang terjadi di Tual, Maluku.
"Aksi Kamisan kali ini mengangkat tema respons atas kejadian di Tual, di mana oknum aparat Brimob diduga sengaja melakukan kekerasan yang menewaskan seorang pelajar," ujar Oca usai aksi, Kamis (26/2/2026).
Aksi tersebut menjadi panggung desakan bagi pemerintah untuk melakukan reformasi nyata di tubuh institusi Polri. Massa menegaskan bahwa rentetan kekerasan yang melibatkan aparat harus segera dihentikan agar tidak ada lagi nyawa warga sipil yang melayang akibat tindakan represif.
"Itu yang kami suarakan: perubahan dan penghentian kekerasan di dalam institusi kepolisian," tegasnya.
Sebelum membubarkan diri, massa yang berkumpul secara khidmat menyanyikan lagu 'Darah Juang'. Hal ini merupakan bentuk solidaritas spontan setelah mendengar kabar duka atas meninggalnya sang pencipta lagu tersebut, Johnsony Marhasak L. Tobing atau John Tobing, pada Rabu malam.
"Semalam kami mendengar kabar John Tobing berpulang. Jadi, sekalian kami mengadakan doa bersama dan menyanyikan lagu 'Darah Juang'," ucap Oca.
Gema lagu 'Darah Juang' sore itu menjadi pengingat bahwa meski sang pencipta telah tiada, semangat perlawanan terhadap ketidakadilan akan terus hidup di setiap aksi Kamisan.
"Lagu itu telah menjadi simbol gerakan yang selalu membersamai setiap perjuangan mahasiswa," tambahnya.
Baca Juga: Singgung Tanggung Jawab Lembaga, Peneliti BRIN Minta Polri Setop Pakai Istilah Oknum
Aksi Kamisan di Yogyakarta sendiri merupakan gerakan yang konsisten dilakukan. Meski tidak merinci urutan aksi kali ini, Oca menyebut kelompok ini tidak pernah absen menyuarakan ketidakadilan di depan publik sejak tahun 2013.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
KPK Tangkap Pegawai Bea Cukai Budiman Bayu, Tersangka Baru Kasus Korupsi Impor
-
DPR Segera Panggil PT Agrinas Terkait Impor 105 Ribu Mobil Pickup India
-
Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Edward Corne Divonis 10 Tahun Penjara
-
Anggota Komisi VI Kaget Tahu Impor Mobil India dari Media: Semestinya Dibahas Dulu di DPR
-
Bye-bye Tiang Monorel! Rasuna Said Bakal Punya Trotoar Estetis dan Jalur Sepeda Modern
-
Jateng Ribut Pajak Kendaraan Naik, Jabar Adem Ayem: Dedi Mulyadi Justru Turunkan Tarif
-
Bawa Reserse dan Labfor, Kapolda Riau Cek Lokasi Penemuan Anak Gajah Mati di Tesso Nilo
-
Dari Konten Fungsi Helm ke Teror Digital: Mengapa Petugas Damkar Depok Diincar dan Diintimidasi?
-
Tok! Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Divonis 9 Tahun Penjara Kasus Korupsi Minyak
-
Menkeu Purbaya Dapat Gift Paus Saat Live TikTok, KPK: Kalau Ragu Lapor, Ingat Jenderal Hoegeng