Suara.com - Travelers yang pernah berwisata ke Bali pasti sudah tak asing lagi bukan ketika mendengar tradisi melukat?
Nah, bagi Anda yang belum tahu, melukat sendiri merupakan salah satu tradisi yang hingga kini masih dijalankan oleh sebagian besar masyarakat di Bali.
Rupanya, melukat ini merupakan perwujudan sebagai sarana membersihkan diri dari berbagai hal negatif lho.
Masyarakat Bali percaya bahwa dengan melukat, hal negatif seperti sering merasa cemas dan mudah emosi ini akan hilang.
Selain itu, melukat di sumber air tertentu dipercaya mampu membawa kemurnian. Umumnya, tradisi melukat ini dilakukan di Tirta Pura Empul Bali.
Alasannya, air di tempat tersebut bersumber dari mata air murni. Tak hanya memberikan efek positif bagi jiwa, melukat ini juga membuat tubuh terasa segar.
Tradisi melukat ini akan diawali dengan ritual khusus yang dipimpin oleh seorang pemangku adat.
Sebelum melakukan tradisi tersebut, seseorang akan diberi siraman air kelapa gading dan dimantrai.
Masyarakat Pulau Dewata juga sangat percaya, bahwa tradisi melukat ini mampu memberikan berkah dari Sang Pencipta.
Baca Juga: Agung dan Luhur, Menyibak Pesona 4 Destinasi Wisata Magis di Pulau Dewata
Ketika seorang jiwanya bersih, menurut masyarakat setempat, mereka akan dapat dengan mudah memperoleh keberkahan dalam hidup.
Wah, menarik sekali ya tradisi melukat ini. Apakah kalian tertarik untuk mencoba menjalani ritual ini ketika liburan di Bali?
Berita Terkait
-
Polri Bongkar Pola TPPO Berkedok Lowongan Kerja, Korban Dipaksa Bayar untuk Pulang
-
Segar dan Praktis! Resep Es Kuwut Khas Bali untuk Menu Buka Puasa yang Melepas Dahaga
-
Bali United Kebobolan 10 Gol dalam 4 Laga, Johnny Jansen Bakal Lakukan Apa?
-
Kata-kata Mauro Zijlstra Usai Debut Bersama Persija Jakarta
-
Taklukan Bali United di Kandang, Maxwell Souza Puji Determinasi Tinggi Seluruh Skuat Persija Jakarta
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Link Pendaftaran Mudik Gratis Bersama Taspen, Kuota 100 Ribu Pemudik
-
Puasa Ramadan Bikin Berat Badan Naik? Begini Penjelasan Ahli Gizi RSA UGM
-
Apakah Sepeda Listrik Lipat Boleh Masuk KRL? Cek 6 Rekomendasi yang Diizinkan
-
Bukan LPDP! 5 Beasiswa Fully Funded Ini Tidak Wajibkan Penerima Kembali ke Indonesia
-
45 Desain Amplop Lebaran Gratis Siap Print, Model Unik Bikin THR Makin Berkesan
-
7 Sepatu Lebaran Tanpa Tali untuk Orang Tua, Jalan Kaki Nyaman Bebas Ribet
-
Apakah Sepeda Listrik Bisa Meledak? Cek 6 Rekomendasi Selis Terbaik Bebas Korsleting
-
Rumus dan Cara Perhitungan THR Kurang dari 1 Tahun, Pekerja Baru Wajib Tahu!
-
5 Rekomendasi Sabun Muka pH Balance untuk Jaga Skin Barrier Tetap Sehat
-
Magrib Jogja Hari Ini Jam Berapa? Ada yang Buka Puasanya Lebih Cepat dari Kemarin