Suara.com - Bukan rahasia lagi jika Pulau Bali punya banyak pantai dengan panorama cantik yang menjadi favorit wisatawan. Nah, tak cuma pantai berpasir putih, Bali juga punya pantai pasir hitam yang namanya belum terlalu dikenal.
Namanya adalah Pantai Munggu. Terletak di Desa Munggu, Kabupaten Badung, nama pantai ini mungkin memang masih asing bagi wisatawan.
Pantai Munggu memiliki pasir yang berwarna hitam. Berbeda dengan pantai-pantai lainnya yang cenderung padat wisatawan, suasana di Pantai Munggu lumayan sepi.
Berkunjung ke pantai ini, wisatawan akan disambut dengan batu-batu yang bertuliskan Munggu. Tak hanya itu, ada pula berbagai spot foto yang cukup instagenic.
Uniknya, spot foto di Pantai Munggu ini dibuat dari sampah kiriman yang didaur ulang masyarakat sekitar. Sehingga, banyak spot foto di sana yang terbuat dari ranting dan kayu bekas.
Selain asyik untuk bersantai dan foto-foto, Pantai Munggu juga cocok bagi travelers yang suka selancar. Pasalnya, ombak di sini cukup besar dan cocok untuk ditunggangi.
Sementara bagi Anda yang tidak suka selancar, ada deretan batu karang besar di pesisir pantai Munggu yang bisa dipakai untuk berfoto.
Pasalnya, saat ombak besar menabrak karang-karang ini, wisatawan akan dimanjakan oleh fenomena water blow atau ombak laut yang terpecah karang. Fenomena ini cocok dijadikan latar belakang berfoto.
Pantai Munggu sendiri merupakan pantai yang cocok untuk menikmati sunset. Sembari menunggu matahari terbenam, ada juga beach bar sederhana yang menyajikan kuliner dengan harga murah.
Baca Juga: 5 Pesona Pantai Parangtritis di Yogyakarta, Surganya Para Penikmat Senja
Tak hanya itu, travelers juga bisa bersantap di warung-warung yang berjajar di pinggir pantai.
Untuk mencapai pantai ini, travelers cukup berkendara menuju Jalan Raya Seseh, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali.
Jika ditempuh dari Bandara Ngurah Rai, pantai ini berjarak paling tidak 1 jam perjalanan saja.
Nah, tertarik wisata di pantai berpasir hitam yang satu ini?
Berita Terkait
-
Mengintip Tren Wellness di Bali, Saat Pengalaman Air Jadi Daya Tarik Baru Industri Hospitality
-
Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?
-
BAF Lanjutkan Gerakan Hijau, 20 Ribu Mangrove Ditanam di Jawa Tengah
-
Nyontek Dubai, Bali Mau Jadi Pusat Keuangan Dunia
-
Tak Perlu ke Papua, Malang Punya Destinasi Cantik Bak Raja Ampat
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986