Suara.com - Pemuda Surabaya Ramai-Ramai Bersihkan Pantai Kenjeran dari Sampah Plastik
Sekitar 100 orang pemuda yang tergabung dalam "Global Peace Youth" Surabaya, melakukan aksi bersih pantai Kenjeran Surabaya yang banyak terdapat sampah plastik.
Sampah plastik masih menjadi masalah lingkungan serius di Surabaya. Kegiatan membersihkan pantai dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Aksi bersih pantai ini berhasil mengumpulkan ratusan kilo sampah plastik, pampers, serta kain bekas, yang tersangkut di bebatuan serta pasir pantai.
Koordinator Global Peace Youth (GPY) Surabaya, Dyan Wahyuning Tyas mengatakan, banyaknya sampah itu menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Ia mengatakan, ikan yang ditangkap nelayan di kawasan Kenjeran dan Bulak kemungkinan terkontaminasi sampah plastik serta limbah rumah tangga lainnya.
“Yang lebih banyak itu sampah pampers dan plastik, jadi pampers tekstil itu termasuk banyak di sini. Mungkin ya karena di sini dekat dengan pembuangan, dan permukiman juga, jadi memudahkan orang-orang itu asal membuang saja. Dampaknya sendiri dari segi sumber daya alamnya juga ya, kan di sini banyak nelayan, takutnya itu ikan-ikan yang mereka tangkap itu tercemar sama sampah-sampah yang ada di sini, apalagi ini dekat dengan tempat pompa air pembuangan, kan? Jadinya itu yang mengkhawatirkan, ikan yang mereka konsumsi nantinya dan yang mereka jual,” jelasnya seperti mengutip VOAIndonesia.
Ketua Panitia "Beach Clean Up", Fahma Safin Alhusna mengatakan, meski Surabaya dikenal sebagai kota Adipura, ada beberapa kawasan yang masih butuh perhatian pemerintah kota, salah satunya pantai Kenjeran. Kawasan ini kata Fahma, seharusnya dapat dijaga kebersihannya oleh seluruh lapisan masyarakat, dengan tidak dijadikan sebagai tempat membuang sampah.
“Pantai Kenjeran ini tidak semuanya bersih, ada beberapa bagian yang sayang kalau misalnya kotor, ini kan bagus buat tempat berfoto, terus di sebelah sana juga banyak tenant-tenant. Untuk lebih menikmati pantai ini ya, alangkah lebih baiknya apabila kita membersihkan daerah yang ini, karena daerah yang ini sering sekali dibuang sampah di sini, orang-orang, masyarakat itu masih sering ada yang buang sampah di sini,” jelas Fahma Safin Alhusna.
Fahma menyebut, masih kotornya pantai Kenjeran disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Menurutnya, sebagai pantai yang dekat dengan Jembatan Suramadu, masyarakat seharusnya menjadikan tempat ini obyek wisata yang mampu mendatangkan nilai ekonomi.
Baca Juga: 5 Kebaikan Sampah Plastik, Tidak Seseram Itu untuk Lingkungan Kalau Saja..
Aksi bersih pantai seperti ini tentu menjadi contoh bagi seluruh pemuda pemudi Indonesia agar sering dilakukan, agar masyarakat tergerak untuk ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pantai.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Terpopuler: Link Download 40 Poster Ramadhan hingga Tukar Uang Baru di BI
-
4 Jenis Pakaian Adat China untuk Wanita dan Pria, Sarat Makna Budaya
-
Mau ke Luar Negeri? Ini Tips Biar Nggak Panik Cari SIM Card di Bandara
-
Inisiatif AQUA Jaga Hidrasi dan Ketenangan Hati Selama Puasa dengan Teman Adem Ramadan
-
Tren Warna 2026 yang Bikin Hunian Lebih Fresh
-
Dari Santan hingga Nata de Coco, Produk Turunan Kelapa Kian Digemari Dapur Indonesia
-
5 Rekomendasi Baju Cheongsam Anak Laki yang Keren dan Menggemaskan
-
Profil Zian Fahrezi Qori Cilik dari Bima, Juara Dunia MTQ di Irak dan Sederet Prestasinya
-
Dari Sirkuit ke Streetwear, Formula 1 Kini Resmi Jadi Inspirasi Fashion Global
-
Mulai Dibuka Hari Ini, Simak Link dan Cara Tukar Uang Baru via Aplikasi PINTAR BI