Lifestyle / Male
Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:31 WIB
PUMA x McLaren Racing. (Suara.com/Vania)
Baca 10 detik
  • Formula 1 telah bertransformasi menjadi fenomena budaya global yang kini merambah ke ranah industri fashion.
  • Peluncuran livery MCL40 McLaren di empat kota termasuk Jakarta menegaskan motorsport sebagai bagian gaya hidup urban.
  • Kolaborasi PUMA x McLaren Racing menerjemahkan estetika balap menjadi koleksi *streetwear* kontemporer untuk generasi baru.

Suara.com - Formula 1 tak lagi sekadar olahraga balap paling prestisius di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, F1 berevolusi menjadi fenomena budaya global—dan kini, resmi masuk ke ranah fashion.

Momen ini terasa kuat dalam pengumuman global livery terbaru McLaren Mastercard Formula 1 Team untuk musim 2026 (MCL40) yang digelar serentak di Las Vegas, London, Bahrain, dan Jakarta. Bukan hanya memperkenalkan desain mobil balap terbaru, momen tersebut juga menegaskan satu hal: motorsport kini menjadi bagian dari gaya hidup.

Lonjakan popularitas Formula 1, terutama di kalangan Gen Z dan milenial, membuat estetika balap semakin relevan di dunia fashion. Racing suit, logo tim, detail teknis, hingga warna khas paddock kini diadaptasi menjadi jaket, sneakers, hingga apparel kasual.

Melalui kolaborasi global jangka panjang, PUMA x McLaren Racing menghadirkan koleksi lifestyle yang menerjemahkan warisan motorsport ke dalam siluet kontemporer. Koleksi ini memadukan energi balap dengan pendekatan desain yang modern dan wearable—bisa dipakai bukan hanya saat race weekend, tapi juga untuk aktivitas sehari-hari.

CEO McLaren Racing, Zak Brown, menyebut bahwa dunia motorsport sedang berada dalam momentum yang sangat positif. Basis penggemar global terus berkembang, dan brand fashion melihat peluang untuk terlibat lebih dalam secara kultural.

Jakarta Jadi Bagian Gerakan Global

Menariknya, Jakarta menjadi salah satu kota yang terlibat dalam momen global reveal tersebut. Ini bukan sekadar seremoni simbolis, tetapi pengakuan bahwa Indonesia memiliki komunitas fashion dan streetwear yang kuat, serta basis penggemar motorsport yang terus tumbuh.

Menurut Sanjay Roy, Managing Director PUMA Southeast Asia & Oceania, motorsport hari ini bukan hanya tentang performa di lintasan, melainkan bagaimana energi balap hidup dalam budaya sehari-hari. Jakarta dinilai sebagai kota yang tepat untuk menjembatani inspirasi motorsport dengan gaya hidup urban.

Kehadiran figur publik seperti Sheryl Sheinafia, Ibnu Jamil, dan Kelly Tandiono dalam balutan koleksi PUMA x McLaren Racing juga mempertegas bahwa F1 kini punya daya tarik lintas industri—dari olahraga hingga fashion.

Baca Juga: Kalender Lengkap Formula 1 Musim 2026, Seri Mana yang Paling Kamu Tunggu?

Motorsport sebagai Identitas Gaya

Perubahan ini menunjukkan bahwa Formula 1 tidak lagi niche atau eksklusif untuk penggemar otomotif semata. Ia telah menjadi bagian dari identitas gaya generasi baru.

Streetwear yang terinspirasi dari balap menghadirkan kesan sporty, bold, dan futuristik. Warna-warna khas McLaren, detail teknis, serta sentuhan performa memberi karakter kuat pada outfit sehari-hari.

Di 2026, kecepatan bukan cuma soal siapa yang tercepat di lintasan. Ia juga tentang bagaimana semangat kompetisi, inovasi, dan presisi diterjemahkan ke dalam fashion statement.

Dengan kolaborasi seperti PUMA x McLaren Racing, Formula 1 kini resmi menegaskan posisinya: bukan hanya raja di sirkuit, tapi juga inspirasi fashion global.

Load More