- Produk turunan kelapa, khususnya santan siap pakai dan nata de coco, meraih penghargaan di Top Brand Award 2026.
- Santan siap pakai KARA memenangkan Top Brand 100 2026 dengan TBI 86,80 persen sebagai solusi praktis memasak.
- Keberhasilan ini menegaskan relevansi kelapa dalam kuliner tradisional maupun tren minuman serta dessert modern Indonesia.
Suara.com - Kelapa sejak lama jadi harta karun dapur Indonesia. Dari ujung Sumatra sampai Papua, olahan berbasis kelapa hadir dalam berbagai hidangan, mulai dari rendang, opor, gulai, kolak, sampai deretan minuman segar dan dessert kekinian.
Kini, di tengah gaya hidup yang makin praktis, produk turunan kelapa juga ikut berevolusi. Tak lagi sebatas perasan santan tradisional, hadir berbagai inovasi seperti santan siap pakai hingga nata de coco dalam kemasan modern yang memudahkan aktivitas memasak maupun kreasi minuman.
Tak heran jika kategori produk turunan kelapa terus menunjukkan performa kuat di pasar. Salah satu indikatornya terlihat dari ajang Top Brand Award 2026, di mana merek KARA meraih dua penghargaan sekaligus: Top Brand 100 2026 untuk kategori Santan Siap Pakai dengan Top Brand Index (TBI) 86,80 persen, serta Top Brand 2026 untuk kategori Nata de Coco.
Santan: Dari Dapur Tradisional ke Solusi Praktis
Santan adalah elemen penting dalam banyak masakan Nusantara. Namun, proses memeras kelapa segar sering kali memakan waktu dan tenaga. Kehadiran santan siap pakai menjadi solusi praktis tanpa harus mengorbankan rasa.
Dengan teknologi kemasan aseptik, santan bisa lebih tahan lama dan higienis. Ini membuatnya fleksibel untuk kebutuhan rumahan hingga pelaku usaha kuliner dan UMKM.
Menurut Andiyanto Lie, Sales and Marketing Director PT Kara Santan Pertama, pencapaian tersebut menjadi bentuk kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan konsistensi produk berbasis kelapa.
“Penghargaan ini bukan sekadar pencapaian indeks, tetapi validasi atas konsistensi kami dalam menjaga kualitas, memperluas distribusi, serta menghadirkan inovasi yang relevan bagi kebutuhan konsumen Indonesia,” ujarnya.
Angka Top Brand Index 86,80 persen pada kategori santan siap pakai menunjukkan tingginya tingkat awareness, loyalitas, dan preferensi konsumen. Artinya, produk turunan kelapa tetap menjadi bagian penting dalam keseharian masyarakat.
Baca Juga: BPDP Akui Produktivitas Sawit Indonesia Kalah dari Malaysia
Nata de Coco: Favorit Minuman dan Dessert
Selain santan, nata de coco juga menjadi produk turunan kelapa yang tak kalah populer. Teksturnya yang kenyal dan segar menjadikannya pelengkap berbagai minuman, es buah, hingga dessert modern seperti pudding, yogurt bowl, dan minuman kekinian.
Permintaan nata de coco cenderung meningkat saat momen Ramadan dan Lebaran, ketika minuman segar dan hidangan pencuci mulut menjadi sajian wajib di meja keluarga.
Keberhasilan produk nata de coco meraih predikat Top Brand 2026 memperlihatkan bahwa produk berbasis kelapa tak hanya kuat di ranah tradisional, tetapi juga relevan dalam tren kuliner modern.
Estafet Warisan Rasa
Di balik performa pasar tersebut, ada upaya menjaga kesinambungan antara tradisi dan generasi baru. Melalui kampanye #KARAborasi Lintas Generasi, KARA mengajak generasi muda, Gen Z hingga Millennials, untuk ikut melestarikan warisan rasa berbasis kelapa.
Selama bertahun-tahun, produk turunan kelapa telah menjadi bagian dari momen penting keluarga Indonesia. Kini, estafet itu diteruskan melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM, kreator kuliner, hingga komunitas yang menjadikan kelapa sebagai identitas kuliner bangsa.
Kelapa bukan sekadar bahan baku. Ia adalah bagian dari cerita tentang tradisi, kebersamaan, dan kreativitas yang terus berkembang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
5 Rekomendasi Baju Cheongsam Anak Laki yang Keren dan Menggemaskan
-
Profil Zian Fahrezi Qori Cilik dari Bima, Juara Dunia MTQ di Irak dan Sederet Prestasinya
-
Dari Sirkuit ke Streetwear, Formula 1 Kini Resmi Jadi Inspirasi Fashion Global
-
Mulai Dibuka Hari Ini, Simak Link dan Cara Tukar Uang Baru via Aplikasi PINTAR BI
-
Ini Dia Drive Thru Kafe Jus Buah Pertama di Indonesia yang Bikin Sehat Makin Praktis
-
Ramalan Keuangan Zodiak 14 Februari 2026: 6 Zodiak Ini Makin Cuan di Hari Valentine
-
30 Link Download Poster Takjil Ramadan, Estetik dan Mudah Diedit Buat Jualan atau Baksos
-
Imlek Perayaan untuk Agama Apa? Begini Makna Aslinya
-
Fokus Konservasi Budaya dan Lingkungan, Siak Perkuat Pariwisata Berkelanjutan
-
Menemukan Diri di Tengah Hutan: Mengapa Ubud Populer Jadi Tempat Healing