Suara.com - Setahun Pasca Tsunami Banten, Sektor Pariwisata di Carita Masih Lesu
Pantai Carita menjadi salah satu daerah dengan dampak kerusakan paling besar saat tsunami Banten terjadi tahun lalu. Meski sebagian besar daerah wisata sudah pulih dan bisa dikunjungi, aktivitasnya masih terbilang rendah.
Teja Hariana, salah satu pelaku usaha wisata di Carita mengungkap setahun pasca tsunami, kunjungan wisatawan pun makin turun drastis. Tren wisata pun berubah menjadi berlibur hanya dalam waktu satu hari tanpa menginap.
Sebab, kata Teja, para tamu masih merasa takut dengan peristiwa tsunami tahun lalu yang terjadi pada bulan Desember dan di hari Sabtu.
"Banyak yang one day saja, mereka masih khawatir, karena kejadiannya bulan Desember, pada saat hari sabtu. Kita coba lihat ke belakang waktu longsor Krakatau kan Sabtu. Jadi orang melihat Desember sama seperti di (Tsunami) Aceh juga Desember, jadi orang beranggapan Desember itu bulan yang mesti ditakuti. Sabtu Minggu itu hari yang mesti diwaspadai," ujarnya saat ditemui Suara.com, Minggu (22/12/2019).
Penurunan pengunjung terasa signifkan karena biasanya pada periode libur Natal dan Tahun Baru, penginapan di wilayah Pantai Carita akan dipenuhi oleh pengunjung. Namun tahun ini, wisatawan nyaris tidak ada dan penginapan kosong.
"Untuk tahun ini sulit diharapkan karena natal nyaris gak ada tamu. Tiap harinya apalagi lebih parah. Kan nunggu momen, orang berlibur nunggu waktu. Kalau biasa harapnya libur tahun baru itu dianggap libur panjang lah," katanya.
Teja merupakan pemilik Cinde Wulung Bed and Resto yang berlokasi di Jalan Raya Carita Km 9, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Untuk promosi Teja hanya mengandalkan penyedia layanan pemesanan hotel secara daring seperti Traveloka dan Airbnb, serta mengandalkan dari para tamu yang puas terhadap servis yang mereka dapat.
"Kita gak ada promosi lagi, kalau di Cinde masih bisa survive yah. Kita juga promosiin lewat tamu juga, jadi tamu itu kan kebanyakan komen ya bagus, masih bisa berjalan oke," ungkap Teja di Carita, Minggu (22/12/2019).
Baca Juga: Pantai Carita di Pandeglang, Indah Mempesona Tapi Sepi Wisatawan
Namun cerita lain dialami Carita Baka Baka Cottages dan Restoran yang lokasinya berhadapan dengan Cinde Wulung. Cottage itu milik keluarga besar Teja yang ia kelola. Menurutnya, kondisinya cukup memprihatinkan bahkan sudah mati suri sejak tiga tahun lalu. Dari 12 Kamar yang tersedia, kini hanya 3 kamar berfungsi. Sisanya sudah tak terawat dan tak layak huni.
"Baka Baka yang masalah, udah koma, udah tidur. Sebelumnya tiga tahun yang lalu, kita masih bisa ngerasain pariwisata. Ada 12 cottages, sekarang nyaris tidak terawat hanya 3 saja yang berfungsi, yang lain gak layak huni. Sudah tidak tercover lagi biayanya," keluhnya.
Jauh sebelum bencana tsunami yang terjadi pada 22 Desember 2018, Teja sudah merasakan loyonya industri pariwisata di Pantai Carita. Salah satu alasannya adalah karena tidak ada kepedulian pemerintah daerah terhadap dunia pariwisata.
Pemerintah daerah tidak menunjang daerah wisata dengan membangun infrastruktur yang dibutuhkan. Ada pula isu tentang sanitasi dan higienitas akibat kurang tertatanya pengolahan sampah dan limbah di Carita.
"Terus ada gak truk angkut sampah di Carita atau di Pasar Carita, mereka gak punya alat angkutnya. Hanya punya TPS, Tapi tidak diangkut, akhirnya jadi pencemaran, kumuh, menyengat. Kalau kumuh gak identik dengan pariwisata alam. Jadi masalah itu dari dulu gak ada perhatian," imbuhnya lagi.
Mati surinya pariwisata di Carita membuat pelaku pariwisata yang merugi, bahkan para pedagang juga terpaksa kehilangan mata pencaharian jika sektor pariwisata di Carita mati suri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
5 Bedak Waterproof yang Tahan Keringat untuk Usia 55 Tahun, Wajah Jadi Lebih Muda
-
Ramalan Keuangan Zodiak 26 Januari 2026: 4 Zodiak Dapat Bonus Besar di Tanggal Tua
-
7 Rekomendasi Sunscreen SPF 50 untuk Usia 55 Tahun Ke Atas
-
5 Sunscreen Lokal untuk Cegah Garis Halus dan Kerutan Usia 45 Tahun
-
Prinsip Kunci Manajemen Risiko Berbasis Volatilitas untuk Perdagangan Forex Efektif
-
Day Cream atau Sunscreen Dulu? Ini Urutan Skincare dan Rekomendasinya
-
5 Sunscreen Non Comedogenic untuk Flek Hitam Usia 45 Tahun ke Atas
-
Ini 7 Bahaya Menghirup Gas Nitrous Oxide Tabung Whip Pink yang Viral
-
12 Ramalan Shio Terbaru 25 Januari 2026 Tentang Keuangan, Cinta, dan Sial
-
Ruang Bermain yang Bisa Bergerak di Tengah Kota